Pemprov Papua Pegunungan Gelar Dialog Otonomi Khusus dengan Tema Refleksi dan Gagasan Anak Muda untuk Pembangunan Kedepan

- Penulis

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, Papua Pegunungan – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Forkopimda mengadakan Dialog Otonomi Khusus dengan tema “Refleksi dan Gagasan Anak Muda Untuk Pembangunan Kedepan”. Dialog ini dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA, dan dihadiri oleh perwakilan elemen masyarakat di Papua Pegunungan. Acara berlangsung pada Kamis, 21 November 2024, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam sambutannya, Dr. Velix Vernando Wanggai mengucapkan selamat atas perayaan ulang tahun ke-23 Otonomi Khusus Papua. “Kami di Papua Pegunungan mengadakan dialog otonomi khusus yang merupakan refleksi dan gagasan kaum muda untuk pembangunan ke depan,” ujarnya.

Dr. Velix menekankan pentingnya keterbukaan dan transparansi dalam perencanaan pembangunan di Papua Pegunungan sebagai daerah otonom baru. “Dengan keterbukaan, kita dapat menyerap semua aspirasi, harapan, dan kritik yang berkembang, serta mengadopsinya dalam kebijakan yang akan dirumuskan untuk tahun anggaran 2025,” tegasnya.

Dialog ini juga bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berkualitas dan mencakup berbagai segmen sosial yang ada di Papua. Dr. Velix menambahkan bahwa refleksi terhadap perjalanan Otonomi Khusus selama 23 tahun sangat penting untuk melakukan koreksi terhadap kebijakan, alokasi pembiayaan, kelembagaan pemerintah, dan politik.

Koordinator BPOKP Papua Pegunungan, Hantor Matuan, menilai bahwa Otonomi Khusus telah berjalan 23 tahun di Papua dengan banyak perubahan positif. “Kami berharap 20 tahun ke depan Otsus lebih maju. Kami akan mengawal bagaimana cara pemerintahan di Papua Pegunungan merealisasikan Otsus Papua,” katanya.

Dialog ini juga melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, aktivis, dan pelaku usaha. Aktivis Papua Pegunungan, Samuel Tabuni, menekankan pentingnya evaluasi tahunan terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus. “Setiap tahun harus ada evaluasi agar undang-undang Otonomi Khusus bisa diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Theo Hasegem, pembela HAM di Papua, menekankan pentingnya rasa aman bagi orang Papua di daerahnya sendiri. “Program yang dilaksanakan harus memproteksi orang Papua sehingga mereka merasa aman di daerahnya sendiri,” katanya.

Ketua KNPI Jayawijaya, Unas Tabuni, mengkritik kurangnya realisasi dana Otonomi Khusus bagi pemuda. “Otsus harus memproteksi dan tepat sasaran agar Papua bisa lebih maju,” ujarnya.

Dialog ini menghasilkan berbagai gagasan yang diharapkan dapat memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua Pegunungan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Bawa Semangat dari Pesisir, Tim Mini Soccer SD YPPK Kokonao Siap Guncang Kapolda Cup 2026
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Pembinaan Usia Dini Fondasi Atlet Hebat Masa Depan
Bupati Wilem Wandik: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Tolikara
Ketua PKK Tolikara Ny.Elisabet Wandik Terima Indonesia People’s Choice Awards 2026
11 Pejabat Baru, Papua Pegunungan Mantapkan Reformasi Birokrasi
Bibit Ikan dan Pertanian, Harapan Baru untuk Keluarga Papua Tengah
Bupati Tolikara Dorong Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah 300 Hektar
Rp2,7 Miliar Dana Otsus Disalurkan untuk Pembangunan Gereja di Nduga

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:18 WIT

Bawa Semangat dari Pesisir, Tim Mini Soccer SD YPPK Kokonao Siap Guncang Kapolda Cup 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:30 WIT

Kapolda Papua Tengah Tegaskan Pembinaan Usia Dini Fondasi Atlet Hebat Masa Depan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:32 WIT

Bupati Wilem Wandik: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Tolikara

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:42 WIT

11 Pejabat Baru, Papua Pegunungan Mantapkan Reformasi Birokrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:21 WIT

Bibit Ikan dan Pertanian, Harapan Baru untuk Keluarga Papua Tengah

Berita Terbaru