Pemerintah Papua Pegunungan Diminta Bantu Pasien Gizi Buruk dan Tumor Asal Yahukimo di Jayapura

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA—Dua pasien Orang Asli Papua (OAP) dari keluarga tidak mampu asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, sepekan terakhir sedang mendapat perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda di Jayapura, Provinsi Papua.

Adalah Maleaki Ahayon, bayi laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan itu divonis gizi buruk sejak lahir dan kini mendapat penanganan intensif di RSUD Abepura sejak 12 Februari 2024 lalu.

Maleaki berasal dari Distrik Ubahak, Kabupaten Yahukimo. Beberapa hari sesudah ia lahir pada November 2022, sang ibunya meninggal dunia karena sakit dan terlambat mendapat penanganan medis.

“Kebetulan beberapa waktu lalu saya ke Distrik Anggruk dan dapat informasi soal anak Maleaki Ahayon ini. Jadi dia berasal dari Distrik Ubahak. Dia menderita gizi buruk. Mamanya meninggal satu dua hari setelah melahirkan, dan diambil oleh almarhum mamanya punya kaka,” tutur Anggota Komisi V DPR Papua Nathan Pahabol, S.Pd kepada  Minggu, 18 Februari 2024.

Menurut Nathan, kondisi Maleaki sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga, selama satu tahun lebih ini, Maleaki hanya berada dalam noken dan kurang mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Akibatnya, kondisi fisiknya menjadi kurus. Kakinya kecil, lehernya belum kuat, dan belum bisa jalan.

“Merasa prihatin, akhirnya saya inisiatif kirim dia dan keluarganya dari Anggruk ke Jayapura dan dirawat di RSUD Abepura. Sudah lima hari dia dirawat di sana. Kemarin saya berkunjung dan puji Tuhan ada perubahan,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPR Papua ini.

Selain Maleaki, lanjut Nathan, terdapat satu pasien rujukan lain dari Kabupaten Yahukimo yang tengah dirawat di RS Dian Harapan Waena. Namanya Kostan Lelampo (16), pasien tumor di atas hidung.

Kostan sudah dioperasi dan telah menjalani tiga kali perawatan di rumah sakit yang sama yakni 5-12 Desember 2023 (perawatan pertama), 26 Desember 2023-5 Januari 2024 (perawatan kedua), dan 12-24 Januari 2024 (perawatan ketiga). Dan saat ini, ia sedang bersiap menjalani operasi berikutnya.

“Baik Maleaki dan Kostan ini, keduanya pasien Asli Papua yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka tidak punya Kartu BPJS,” bilang Nathan.

Apresiasi dan Harapan

Sebagai legislator Papua Dapil Yahukimo, Nathan Pahabol menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, terutama Penjabat Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Abepura, serta Direktur RS Dian Harapan yang telah menangani dan melayani kedua pasien ini dengan baik.

“Khsusus kepada RSUD Abepura, saya benar-benar salut karena walau sudah beda provinsi tapi masih mengutamakan kemanusiaan dan menolong warga dari Yahukimo Papua Pegunungan. Sebab secara administarasi dan pembiayaan tentu sudah berbeda,” tuturnya

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Nathan Pahabol juga meminta dengan tegas kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, terutama Penjabat Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan setempat agar segera mengambil kebijakan untuk mennyelamatkan dan memproteksi pasien asal Papua Pegunungan yang banyak dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jayapura.

“Bapak Penjabat Gubernur Dr. Velix Wanggai, kami mohon dengan hormat bisa berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Papua Pegunungan untuk berkomunikasi dengan RSUD Jayapura dan RS Dian Harapan agar bisa membantu administrasi bagi kedua pasien ini. Tentunya juga membantu pasien-pasien lain asal Papua Pegunungan. Ada jatah dana Otsus bagi mereka yang menjadi hak mereka,” tegas Ketua Partai Gerindra Papua Pegunungan ini.

Nathan mengakui, pasca hilangnya Kartu Papua Sehat (KPS) 2021 silam di era Gubernur Lukas Enembe, Orang Asli Papua (OAP) terutama yang tinggal di wilayah DOB baru yang terpencil dan belum memiliki KTP, kehilangan proteksi kesehatannya. Banyak pasien dari Papua Pegunungan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jayapura tapi tak memiliki BPJS. Mereka membiayai dirinya sendiri.

“Sementara sudah kita beda provinsi, tentu kita juga mempertimbangkan keuangan rumah sakit. Oleh karena itu, saya meminta kepada Pemerintah Papua Pegunungan, bisa belajar dari Provinsi Papua Tengah yang sudah jalankan program Kartu Otsus Sehat sehingga warga Asli Papua yang berobat ke rumah sakit mana saja di Jayapura, bisa dilayani gratis,” ujarnya.

Nathan juga mendapatkan informasi bahwa pasien tumor asal Yahukimo Kostan Lelampo ternyata selama ini mendapatkan bantuan dari Program Kartu Otsus Sehat (KO SEHAT) Provinsi Papua Tengah yang sedang dijalankan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan dr. Dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K).

Untuk itu, dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Penjabat Gubernur dan jajaran Dinas Kesehatan yang telah membantu Kostan dengan program KO SEHAT itu.

“Program KO SEHAT itu sebuah kebijakan yang bagus dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memproteksi warganya. Ini layak ditiru Provinsi Papua Pegunungan. Terima kasih atas bantuannya buat anak Kostan selama ini. Jika dalam program ini dibuat Juknis untuk membantu pasien asli Papua tidak mampu dari provinsi lain di Tanah Papua, seperti beberapa persen untuk pasien non OAP pada program KPS dulu, saya kira itu sangat mulia,” tutupnya.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum
74 Tahun Masuknya Gereja Katolik di Sugapa, Polres Intan Jaya Hadir Mendukung Perayaan dengan Semangat Kebersamaan
Sekda Elai Giban Tekankan Disiplin ASN dan Penertiban Aset dalam Apel Pagi Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIT

Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:17 WIT

Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter

Berita Terbaru