KUYAWAGE, 4 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali bergerak menangani dampak bencana hujan es yang melanda masyarakat di Distrik Kuyawage, Distrik Goa Baliem, dan Distrik Wano Barat. Bencana tersebut menyebabkan kekeringan dan gagal panen yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan masyarakat.
Penanganan dipimpin langsung oleh Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd yangd dampingi Sekda Lanny Jaya Tendien Wenda S.Th. S.IP. M.SI dan OPD Terkait. Pemerintah daerah tidak hanya menyalurkan bantuan pangan, tetapi juga mengerahkan tenaga kesehatan serta membangun posko penampungan bantuan di tiga distrik terdampak.
Sebelumnya, Pemkab Lanny Jaya telah menyalurkan 82 ton beras kepada masyarakat terdampak. Pada Jumat, 4 September 2026, bantuan kembali dikirim untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Bantuan yang disalurkan Pemkab Lanny Jaya kali ini antara lain 6 ton beras, telur, susu, minyak goreng, 750 karton mi instan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Tidak hanya mengandalkan bantuan berupa bahan pangan, Pemkab Lanny Jaya juga memborong berbagai jenis sayuran yang tersedia di Pasar Tiom. Seluruh sayuran tersebut kemudian diangkut dan didistribusikan ke tiga distrik yang terdampak bencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah kondisi gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Selain bantuan pangan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Pemkab Lanny Jaya telah melepas dan mengerahkan tim kesehatan ke tiga distrik terdampak.
Sebanyak 14 petugas kesehatan tambahan diterjunkan untuk memperkuat pelayanan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
Tim kesehatan tersebut telah melakukan pendataan terhadap berbagai penyakit dan keluhan kesehatan yang dialami masyarakat terdampak. Pemerintah daerah juga memastikan pelayanan kesehatan terus berjalan selama kondisi bencana.
Bupati mengatakan, kehadiran tambahan tenaga kesehatan diperlukan agar masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan tetap mendapatkan penanganan secara maksimal.
Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan. Pemerintah daerah menyiapkan material bangunan berupa seng, papan, paku dan kebutuhan lainnya untuk membangun posko di tiga titik.
Posko tersebut nantinya menjadi tempat penampungan sementara bantuan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Menurut pemerintah daerah, posko tidak lagi menggunakan tenda darurat, tetapi dibangun dengan struktur yang lebih baik sehingga dapat digunakan untuk menyimpan bantuan dan mendukung proses distribusi kepada masyarakat.
Bupati Aletinus Yigibalom menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan bantuan yang dikirim benar-benar sampai ke lokasi terdampak dan diterima langsung oleh masyarakat.
“Kita terus memastikan bagaimana bantuan diterima langsung di tempat dan dibagikan kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Dalam proses penyaluran bantuan, Bupati meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat distrik dan kampung memastikan bantuan diberikan secara adil dan merata.
Kepala distrik dan kepala kampung diminta aktif mengawal proses pendistribusian sehingga tidak ada masyarakat terdampak yang terlewatkan.
Bupati juga meminta kepala distrik, kepala kampung, pihak sekolah, serta tenaga kesehatan tetap menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi bencana.
Pemerintah daerah, kata Bupati, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di tiga distrik tersebut.
Selain penanganan darurat, Pemkab Lanny Jaya menilai akses transportasi menjadi salah satu persoalan penting dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.
Bupati berharap pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju daerah-daerah terdampak dapat terus dipercepat. Infrastruktur jalan dinilai sangat penting agar distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Pemkab Lanny Jaya juga berencana menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat dan mendorong adanya dukungan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak.
“Kami berharap pembangunan jalan di daerah tersebut terus dikebut. Kami juga akan menyampaikan kepada pemerintah pusat agar ada bantuan pembangunan di daerah tersebut,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, penanganan dampak bencana tidak hanya membutuhkan langkah pemerintah daerah, tetapi juga dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat.
Pemkab Lanny Jaya akan terus memonitor kondisi masyarakat di Distrik Kuyawage, Goa Baliem dan Wano Barat, khususnya terkait ketersediaan pangan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat yang terdampak hujan es dan gagal panen dapat melewati masa sulit tersebut dengan dukungan yang terus berkelanjutan.
Pemkab Lanny Jaya memastikan penyaluran bantuan akan terus dikawal agar tepat sasaran, sementara koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendapatkan dukungan penanganan bencana dan pembangunan jangka panjang di wilayah terdampak.
JAYAPURA-Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Family of Christ International Ministry (FOCIM) Kota Jayapura Periode 2026-2031 secara…
DOGIYAI – Mobil truk tangki BBM milik PT Gunung Selatan ditembaki orang tak dikenal (OTK)…
PUNCAK JAYA – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini resmi melantik AKBP Yudha Wicaksono…
NABIRE – Peta kepemimpinan di jajaran Polda Papua Tengah kembali berubah. Gerbong mutasi bergerak, sejumlah…
WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…
Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…