Daerah

Paulus Waterpauw: Piaynemo, Ikon Dunia yang Harus Dikelola Maksimal

RAJA AMPAT – Aggota Komite Eksekutif Papua, Komjen Pol (Purn.) Paulus Waterpauw menegaskan bahwa kawasan wisata Raja Ampat, khususnya Piaynemo, merupakan salah satu ikon pariwisata dunia yang memiliki daya tarik luar biasa dan terus memikat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung di lokasi wisata Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Menurut Waterpauw, keindahan alam Raja Ampat yang memadukan gugusan bukit karst dan panorama laut yang eksotis menjadikan kawasan tersebut memiliki banyak spot unggulan yang bernilai jual tinggi di sektor pariwisata.

“Keindahan alam yang ditampilkan sangat luar biasa. Banyak spot wisata menarik yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia menilai, Piaynemo sebagai ikon pariwisata perlu terus dikembangkan secara terencana, termasuk melalui penambahan fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan.

“Ke depan, perlu ada pembahasan dan komunikasi lebih lanjut terkait fasilitas yang dibutuhkan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Waterpauw juga berdialog langsung dengan pengelola wisata dan masyarakat setempat. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata, seperti berjualan dan memberikan layanan kepada pengunjung.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Saya melihat ini sebagai potensi ekonomi yang sangat baik. Masyarakat sudah mulai terlibat langsung dan ini harus terus didorong,” jelasnya.

Namun demikian, Waterpauw menyoroti masih belum optimalnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya terkait aktivitas penyewaan kapal wisata.

Ia mengungkapkan, saat ini sebagian transaksi penyewaan kapal wisata oleh wisatawan masih dilakukan di luar daerah, seperti di Bali, Surabaya, maupun Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga berdampak pada minimnya pemasukan bagi daerah.

“Ini menjadi catatan penting, karena wisatawan datang ke Raja Ampat, tetapi kontribusi ekonominya belum sepenuhnya masuk ke daerah,” tegasnya.

Untuk itu, ia menekankan perlunya langkah strategis dan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh aktivitas pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah, termasuk peningkatan PAD dan APBD.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pemerintah provinsi guna merumuskan kebijakan yang tepat dalam mengoptimalkan pengelolaan pariwisata di Raja Ampat.

“Kami akan membahas lebih lanjut bersama seluruh pemangku kepentingan agar potensi wisata ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutupnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya

WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…

20 jam ago

Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…

21 jam ago

HUT Polwan ke-78: Polwan Polres Jayawijaya Gelar Bakti Sosial di Pasar Potikelek

WAMENA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan…

23 jam ago

Kadis Kominfo Akbar: Internet Harus Jadi Sumber Belajar, Bukan Sekadar Hiburan

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

23 jam ago

Bupati Yuni Wonda: Pendidikan Prioritas, Generasi Muda Harus Melek Teknologi

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

1 hari ago

Apresiasi FOCIM Kota Jayapura, BTM: Keluarga Diberkati, Kota Diberkati

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022), Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengapresiasi kehadiran…

1 hari ago