MRP Papua Pegunungan Harus Menjelaskan Pada Rakyat Alasan Meloloskan Salah Satu Paslon Mengenai Keaslian OAP

- Penulis

Selasa, 17 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA-Sebagaimana sesuai tugas fungsi Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan adalah sebagai lembaga kultur, sangatlah arogan dengan meloloskan Calon Gubernur Papua Pegunungan yang jelas-jelas Bapak kandungnya adalah bukan Orang Asli Papua atau bukan ras Melanesia.

Nioluen Kotouki S.Ip. Anggota Komisi I DPRP Papua mengatakan Dalam UU Nomor 21 tahun 2001, Pasal 1 Ketentuan Umum huruf, t; “Orang Asli Papua adalah orang yang berasal dari rumpun ras melanesia yang terdiri dari suku-suku asli di Provinsi Papua dan/atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh Masyarakat Adat Papua””Katanya

Ia meminya staf ahli MRP Papua Pegunungan harus menjelaskan apa pengertian ASLI menurut kamus bahasa indonesia dan frasa, orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh Masyarakat Adat Papua.

“Apapun dalil yang di gunakan MRP Papua pegunungan tetap pada prinsipnya telah menyimpang dari keaslian Orang Asli Papua.MRP Papua Pegunungan harus memberikan penjelasan kepada publik, apa dasar Hukum hingga meloloskan pasangan yang jelas Bapaknya bukan OAP,”Tegasnya.

Menurutnya Dr. Jhon Tabo. M.Ba. memiliki Bapak kandungnya bukan orang asli Papua, Ras Melanesia, yang artinya adalah bukan orang asli Papua.

“Jika pada pemilu kali ini MRP Papua pegunungan tidak tegas memproteksi Keaslian orang asli Papua maka, power MRP kedepannya akan lemah dalam memberikan proteksi terhadap keaslian Orang Asli Papua lebih khusus orang Papua Pegunungan,”Tegasnya.

Ia meminya bagi semua stackholder di harapkan untuk benar – benar membela dan menegakan hak – hak dasar orang asli Papua tanpa memandang bulu, golongan dan lainnya.

“Provinsi Papua Pegunungan adalah provinsi baru yang harusnya dimulai dengan meletakan pondasi yang baik dan benar, tetapi jika MRP Papua pegunungan mengabaikan hak – hak dasar Orang Asli Papua maka tentunya menjadi melapetaka dan memperpanjang penderitaan Orang Asli Papua,”Pungkasnya.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Akhiri Konflik Delapan Bulan, Dua Kelompok di Kwamki Narama Sepakat Berdamai
Wakil Bupati Puncak Jaya Resmikan Lapangan Voli Bantuan Satgas Yonif 743/PSY di Distrik Muara
DWP Dinas Sosial Papua Pegunungan Fokuskan Program pada Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya
Polsek Makimi Dampingi Penjualan 7,55 Ton Jagung ke BULOG
Merawat Kebersihan, Merajut Persaudaraan: Polres Intan Jaya Hadir di Kampung Wandoga
Subsidi Transportasi Udara dan Laut, Jalan Pemerintah Dekatkan Pelayanan ke Kampung
Polres Puncak Jaya Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Polres Deiyai Gelar Baksos Bhayangkara, Wujud Nyata Kepedulian Polri

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:08 WIT

Akhiri Konflik Delapan Bulan, Dua Kelompok di Kwamki Narama Sepakat Berdamai

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:38 WIT

Wakil Bupati Puncak Jaya Resmikan Lapangan Voli Bantuan Satgas Yonif 743/PSY di Distrik Muara

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:18 WIT

DWP Dinas Sosial Papua Pegunungan Fokuskan Program pada Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:07 WIT

Polsek Makimi Dampingi Penjualan 7,55 Ton Jagung ke BULOG

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:39 WIT

Merawat Kebersihan, Merajut Persaudaraan: Polres Intan Jaya Hadir di Kampung Wandoga

Berita Terbaru