Momentum 31 Tahun: Jemaat GBI Serui Teguhkan Komitmen Sebagai Gereja yang Hidup

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serui – Dalam suasana penuh khidmat dan rasa syukur yang mendalam, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Sion Wainakawini Serui menyelenggarakan Ibadah Minggu (22/2/2026) yang dirangkaikan dengan pengucapan syukur atas 31 tahun perjalanan pelayanan jemaat.

Perayaan ini menjadi momentum rohani yang sarat makna. Tiga dekade lebih perjalanan pelayanan bukanlah waktu yang singkat. Ada proses, ada perjuangan, ada air mata doa, dan ada kesetiaan yang terus dijaga. Semua menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan yang tidak pernah terputus atas jemaat-Nya.

Ibadah diawali dengan doa pembukaan dan puji-pujian yang dipandu oleh Worship Leader Holsen Kayai bersama singer jemaat. Suasana persekutuan terasa hangat dan penuh penghayatan. Setiap lagu penyembahan dinyanyikan dengan hati yang berserah, mengingat kembali bagaimana Tuhan memimpin gereja ini dari awal berdiri hingga memasuki usia pelayanan ke-31 tahun.

Pujian “Kemudikan Bahtera Hidupku” yang dibawakan vokal grup semakin memperdalam suasana ibadah. Syairnya menggambarkan kehidupan sebagai bahtera yang berlayar di tengah samudra, kadang diterpa gelombang, kadang berada dalam tenang. Namun satu keyakinan tetap teguh: Tuhanlah yang memegang kemudi.

Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdp. Ruben Kayai dengan dasar pembacaan Alkitab dari 1 Korintus 3:10-17. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya membangun kehidupan dan pelayanan di atas fondasi yang benar, yaitu Yesus Kristus.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa tidak ada dasar lain yang dapat diletakkan selain Kristus. Jika fondasi kuat, bangunan akan tetap berdiri sekalipun diuji oleh badai. Pesan ini menjadi refleksi bagi jemaat agar tidak menggantungkan hidup pada kekuatan manusia, melainkan pada Tuhan yang setia.

Ia juga mengutip Matius 16:18, bahwa Tuhan mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang dan kuasa maut tidak akan menguasainya. Firman tersebut menjadi penguatan bahwa perjalanan 31 tahun ini terjadi bukan karena kehebatan manusia, tetapi karena anugerah dan penyertaan Tuhan.

Dalam tema “Gereja yang Hidup”, ditegaskan bahwa gereja yang bertumbuh terlihat dari tiga hal: berdiri di atas dasar Kristus, memiliki tanggung jawab bersama dalam pelayanan, serta menunjukkan pertumbuhan dalam iman dan kesatuan.

Setiap jemaat dipanggil untuk mengambil bagian dalam membangun tubuh Kristus. Perbedaan dan tantangan yang muncul menjadi proses pendewasaan rohani. Gereja yang hidup adalah gereja yang tetap bersatu, saling menopang, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

Usai pemberitaan Firman, ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin dan didoakan oleh Gembala Jemaat, Pdt. Rahel Rika Kayai. Sakramen ini menjadi momen perenungan dan pembaruan komitmen iman bagi seluruh jemaat yang hadir.

Ibadah kemudian ditutup dengan doa berkat oleh Gembala, dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun jemaat melalui penyalaan lilin dan pemotongan kue sebagai simbol syukur atas 31 tahun pelayanan. Kebersamaan semakin terasa dalam makan kasih (Agape) yang mempererat persekutuan antarjemaat.

Perayaan ini bukan hanya penanda perjalanan waktu, tetapi peneguhan bahwa Tuhan yang telah memimpin sejak awal akan terus menuntun langkah gereja ke depan. Dengan iman yang semakin kokoh dan kesatuan yang terpelihara, GBI Jemaat Sion Wainakawini Serui berkomitmen melanjutkan pelayanan sebagai gereja yang hidup, bertumbuh, dan menjadi terang bagi banyak orang.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru