Minim Tenaga Medis dan Guru, DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Publik

Wamena, 6 Mei 2025 – Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya, Agus Logo , mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pendidikan dan kesehatan di Jayawijaya , setelah melakukan kunjungan kerja di beberapa wilayah. Ia menyoroti minimnya tenaga pengajar dan tenaga medis , serta fasilitas yang masih jauh dari kata memadai , yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam sektor pendidikan, SD YPPK Hepuba mendapat pujian atas kemajuan yang telah dicapai , terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa. Agus Logo menilai, antusiasme tinggi dari para siswa dan kinerja guru yang semakin baik harus menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan sistem pendidikan sepanjang hari.

“Kami melihat SD YPPK Hepuba sudah berjalan baik. Semoga bisa menjadi sekolah percontohan, karena pendidikan adalah kunci masa depan generasi kita,” ujar Agus Logo.

Komisi C DPRK Jayawijaya juga menerima aspirasi dari pemuda-pemudi di Yagara , yang secara mandiri berinisiatif membangun PAUD untuk mendukung pendidikan anak-anak. Agus Logo mengapresiasi langkah tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dan memberikan dukungan , agar fasilitas pendidikan dapat tersedia di seluruh wilayah.

Di sektor kesehatan, Puskesmas Asologaima menjadi sorotan utama , mengingat fungsinya sebagai puskesmas rujukan bagi lima distrik , yakni Distrik Wame, Pyramid, Muliama, Silokarnodoga, dan Asologaima . Minimnya tenaga medis, keterbatasan peralatan, serta kurangnya kendaraan operasional membuat pelayanan kesehatan tidak optimal. Bahkan, obat-obatan masih berserakan di lantai akibat keterbatasan ruang penyimpanan , menghambat pelayanan bagi masyarakat.

“Petugas medis kewalahan karena jangkauan layanan yang luas, namun kendaraan operasional tidak tersedia. Kepala Puskesmas telah berulang kali mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan, tetapi belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Komisi C juga menemukan bahwa ruangan baru di Puskesmas Asologaima belum digunakan , serta sampah medis tidak terkelola dengan baik . Tempat tidur pasien pun tidak memadai, bahkan ada yang masih berupa rangka besi tanpa alas layak . Agus Logo meminta pemerintah untuk segera mengevaluasi kondisi tersebut, karena dana pembangunan yang telah digelontorkan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Komisi C DPRK Jayawijaya secara tegas meminta Pemerintah Daerah untuk merevisi kebijakan pemutusan tenaga honorer , terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa tanpa peningkatan tenaga medis dan pengajar, Wamena akan sulit berkembang .

“Jika tenaga honorer di bidang pendidikan dan kesehatan tidak diaktifkan kembali, dampaknya sangat besar. Banyak warga akan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, dan pendidikan anak-anak akan semakin terhambat. Kami meminta Bupati Jayawijaya mempertimbangkan kembali kebijakan ini,” tegasnya.

Komisi C DPRK Jayawijaya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini, dengan fokus pada peningkatan tenaga kerja honorer, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur yang telah dibangun . Tanpa tindakan nyata, layanan di Jayawijaya berpotensi terus menghadapi tantangan berat.

“Kami meminta pemerintah melihat masalah ini dengan serius. Pendidikan dan kesehatan adalah kunci kemajuan daerah, dan perlu perhatian lebih untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” tutup Agus Logo

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

WAMENA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama jajaran TNI-Polri dan pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi untuk…

2 jam ago

BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat

JAYAPURA-Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Provinsi Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengukuhkan…

3 jam ago

Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya

WAMENA, 23 September 2026 — Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menerima…

3 jam ago

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

WAMENA — Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Patrige Renwarin, SH, M.Si mempertanyakan sejauh mana upaya…

15 jam ago

Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

DEKAI — Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) II KNPI Kabupaten…

16 jam ago

Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo

DEKAI, YAHUKIMO – Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang…

16 jam ago