Menjawab Tantangan Zaman, Papua Tak Bisa Lagi Menolak Kereta Api

- Penulis

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Polemik pembangunan kereta api di Papua kembali mencuat setelah kritik dari tokoh pemuda adat, Benyamin Wayangkau, yang menilai proyek tersebut bukan kebutuhan utama masyarakat. Kritik ini memantik perdebatan luas, terutama terkait aspek lingkungan dan urgensi pembangunan transportasi massal di Tanah Papua. Namun, pandangan berbeda datang dari Cyfrianus Y. Mambay, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, yang menegaskan bahwa kereta api bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi Papua yang ingin maju dan kompetitif.

Kritik Lingkungan vs Realitas Global

Wayangkau menyoroti potensi dampak lingkungan dan hak ulayat masyarakat adat. Namun, menurut Cyfrianus, kekhawatiran tersebut tidak boleh menjadi alasan stagnasi pembangunan. “Lingkungan bisa dimitigasi dengan teknologi konstruksi modern dan dialog transparan. Menolak kereta api hanya akan membuat Papua terjebak dalam keterisolasian,” ujarnya.

Lima Alasan Fundamental Mengapa Kereta Api Mendesak di Papua

Cyfrianus memaparkan setidaknya lima alasan utama yang menjadikan kereta api sebagai kebutuhan mendesak:

Konektivitas Enam Provinsi Papua Papua kini terbagi menjadi enam provinsi. Tanpa integrasi transportasi massal, biaya logistik akan terus melambung. Kereta api diyakini mampu menghubungkan Sorong Raya, Papua Tengah, hingga Papua Selatan. Pilot project Jayapura–Sentani menjadi langkah awal yang logis.

Respon terhadap Krisis Energi Global Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah membuat tiket pesawat dan biaya logistik semakin mahal. Kereta api hadir sebagai solusi transportasi murah, hemat energi, dan berkapasitas besar.

Modernisasi Pelayanan Publik di Kota Jayapura menghadapi kemacetan dan kepadatan kendaraan. Kereta api akan menjadi instrumen distribusi hasil pertanian dan perikanan, sekaligus melayani mobilitas pekerja dan ASN tanpa hambatan lalu lintas.

Mitigasi Lingkungan, Bukan Stagnasi Isu lingkungan harus dijawab dengan teknologi dan dialog, bukan dijadikan alasan untuk menolak pembangunan. Papua tidak bisa terus menggunakan pola pikir masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan.

Terobosan Peradaban dan Kepemimpinan Progresif Langkah Gubernur Matius D. Fakhiri menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dinilai sebagai keberanian politik untuk membawa Papua keluar dari keterisolasian ekonomi. Sejarah membuktikan, peradaban besar selalu ditandai dengan kemajuan sistem transportasi.

Menjawab Tantangan Zaman

Cyfrianus menilai pernyataan Wayangkau yang menyebut kereta api “bukan kebutuhan utama” adalah keliru. Justru bagi masyarakat yang mendambakan biaya transportasi murah, akses pasar luas, dan efisiensi waktu, kereta api adalah jawaban yang terlambat datang. “Semua elemen masyarakat seharusnya memberikan apresiasi dan dukungan penuh agar visi besar Gubernur Papua tidak kandas hanya karena keraguan yang tidak berdasar,” tegasnya.

Polemik kereta api di Papua mencerminkan benturan antara kekhawatiran lingkungan dan kebutuhan pembangunan. Namun, di tengah krisis energi global, mahalnya biaya logistik, dan tuntutan modernisasi pelayanan publik, kereta api bukan lagi sekadar proyek ambisius, melainkan keharusan. Papua membutuhkan terobosan besar untuk keluar dari keterisolasian, dan kereta api diyakini menjadi simbol peradaban baru yang akan menghubungkan enam provinsi menuju masa depan yang lebih kompetitif.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah
BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat
Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya
Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan
Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo
Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo
Ketua TP-PKK Nduga Ny. Replina K. Beon Pimpin Pertemuan Rutin Bulanan, Tegaskan Konsistensi Jalankan 10 Program Pokok PKK untuk Kesejahteraan Keluarga
Kapolres Jayawijaya Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Miras, Wanita Muda Ditangkap di Hom-Hom

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:20 WIT

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 06:09 WIT

BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat

Kamis, 24 September 2026 - 06:00 WIT

Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya

Rabu, 23 September 2026 - 17:27 WIT

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

Rabu, 23 September 2026 - 16:57 WIT

Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

Berita Terbaru