Papua

Maximus Tipagau Menyatakan Rasa Duka Mendalam atas Pembunuhan Pilot Asing di Distrik Alama

Timika – Tragedi mengerikan yang menimpa Distrik Alama, Kabupaten Mimika, pada 5 Agustus 2024, telah mengguncang rasa kemanusiaan di seluruh wilayah. Maximus Tipagau, kandidat bupati Mimika, menyampaikan rasa duka mendalam atas pembunuhan pilot helikopter, Mr. Glen Malcolm Conning, warga Selandia Baru, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Tipagau mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi dan menilai insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam pernyataannya, Maximus Tipagau mengungkapkan,  “Dengan penuh kesedihan dan kepedihan, saya menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Mr. Glen Malcolm Conning.

 

Tindakan kekerasan yang menewaskan pilot ini tidak hanya menghilangkan nyawa seorang individu, tetapi juga mencoreng martabat dan rasa kemanusiaan kita semua.”

 

Tipagau menekankan bahwa tindakan brutal yang dilakukan oleh KKB ini bukan hanya mengancam keselamatan masyarakat di Mimika, tetapi juga merusak rasa aman di daerah pedalaman.

 

Ia menganggap pembunuhan ini sebagai sinyal bahaya yang membutuhkan perhatian dan tindakan serius dari semua pihak.

 

“Saya meminta kepada semua pihak, terutama aparat keamanan, untuk segera mengambil langkah-langkah tegas guna memastikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. Keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar Tipagau dengan tegas.

 

Lebih jauh, Tipagau menyerukan perlunya upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah Mimika. Ia menekankan pentingnya dukungan bagi warga yang tinggal di daerah-daerah terpencil, serta peningkatan keamanan untuk mencegah terjadinya kekerasan lebih lanjut.

 

“Pemerintah dan aparat keamanan harus bekerja sama dengan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi korban dari tindakan kekerasan. Kami harus bersatu dalam menghadapi ancaman ini dan menjaga agar masyarakat tetap aman dan terlindungi,” tambahnya.

 

Tipagau juga menegaskan harapannya agar proses penyelidikan atas insiden ini dapat dilakukan secara transparan dan adil. Ia meminta agar keluarga korban diberikan dukungan dan keadilan yang layak, serta mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan bersatu dalam menghadapi situasi sulit ini.

“Semoga proses hukum berjalan dengan baik dan memberikan keadilan bagi almarhum serta keluarganya. Kita semua harus menunjukkan solidaritas dan dukungan untuk memastikan bahwa kejadian tragis ini tidak terulang kembali,” pungkas Maximus Tipagau.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di depan Pos…

2 jam ago

Bantuan Beras, Mi Instan, dan Pakaian Layak Pakai dari Pemkab Puncak Jaya Ringankan Beban Keluarga Korban Bencana Alam di Kwiyawagi

KWIYAWAGI, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak…

3 jam ago

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Ajak Gereja Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Papua

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak gereja, keluarga, dan seluruh elemen…

3 jam ago

Guru SD Negeri Mulia Ikuti Pelatihan AI Dasar, Belajar ChatGPT hingga Gemini untuk Mendukung Pembelajaran Kreatif

Mulia, 17 Oktober 2026 — Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri Mulia mengikuti Pelatihan Artificial…

22 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Sarana Persatuan, Kreativitas, dan Prestasi Daerah

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak generasi muda menjadikan musik sebagai…

22 jam ago

Empat Pokja TP-PKK Lanny Jaya Jalankan Program Nyata dari Pembinaan Karakter hingga Pencegahan Stunting

LANNY JAYA, 17 Oktober 2026. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lanny Jaya…

23 jam ago