Masyarakat Benawa Tolak Pemekaran Kabupaten, Desak Fokus pada Pemekaran Distrik

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YALIMO — Seluruh masyarakat Distrik Benawa Kabupaten Yalimo dengan tegas menolak dengan tegas adanya isu pemekara Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten di Wilayah Benawa.

Masyarakat Benawa meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo untuk mekarkan Distrik Gilika, Naira, dan beberapa wilayah lainnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Tokoh Intelektual Gerson Meke kepada wartawan, Selasa, (1/7/2025).

Gerson Meke menjelaskan, kehadiran Bupati Yalimo di Distrik Benawa adalah dalam rangka kunjungan 100 hari kerja, untuk menerima aspirasi dan melihat kondisi secara dekat.

Sehingga dalam kesempatan itu, “kami minta kepada Bupati untuk mekarkan Distrik bukan mekarkan DOB”, katanya.

Gerson Meke menerangkan, penyerahaan rekomendasi Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Benawa adalah kepetingan  kelompok dan sepihak   tidak mewakili tanah adat dan dua suku besar mek dan kapauri di wilayah benawa.

“Kami menilai kehadiran Bupati Yalimo di Benawa tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat, karena masyarakat minta Pemekaran Distrik tetapi malah kasih Rekomendasi Calon DOB, ini tidak masuk akal,” terang Tokoh Intelektual Distrik Benawa Gerson Meke.

Menurutnya, yang seharusnya kehadiran Bupati Yalimo di benawa menjawab aspirasi seperti penambahan pemekran Distrik Gilika dan Naira, selain itu  pembangunan infrantruktur jalan, jembatan, perumahan sosial layak huni, lampu, jaringan internet, air bersih dan program lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Bukan menghadirkan kabupten untuk berpontesi konflik, merampok hutan, dan kekayaan alam di benawa yang penuh melimpah, kekayaan emas dan pohon gaharu, ikan ikan dan potensi lainnya.

“Kami masyarakat dua suku besar yang tergabung dalam satu Distrik Benawa, berharap Bupati Yalimo segera batalkan SK atau Rekomendasi untuk Pemekaran Kabupaten Benawa, karena itu bukan permintaan masyarakat tetapi itu oknum yang rakus jabatan,” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan, jika Bupati Yalimo berpikiran tetap pada konsisten perjuangan Pemekaran Kabupaten Daerah Otonom Baru di Benawa, maka Bupati Yalimo tidak mampu untuk mengelola Sumber Daya Alam yang melimpah di Wilayah Benawa.

“Kami sadar bahwa cara seperti ini secara tidak langsung melepaskan tangan kepada pihak perampok untuk kepentingan jakarta,” ungkapnya.

Ia berharap, Bupati Yalimo jangan termakan isu yang tidak benar, entah itu dari pusat atau kelompok tertentu, tetapi Bupati fokus melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhan di masing-masing Distrik, apa lagi Ibu Kota Kabupaten saja sampai hari ini belum bangun, Kantor-Kantor Dinas, Perumahan Pegawai, dan beberapa fasilitas yang telah terbakar beberapa tahun lalu.

“Kabupaten Yalimo ini terdiri dari 5 Distrik, jumlah penduduk yang paling kecil di Provinsi Papua Pegunungan, Sumber Daya Manusiapun belum siap, lalu kita bicara Pemekaran Kabupaten ini tidak masuk akal, lebih baik fokus bangun yang ada dulu,” harapnya. (*)

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga
Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya
Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional
Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan
Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Korban Penganiayaan Berat di Dogiyai, Aipda Agus Sugianto Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk Penanganan Medis Lanjutan
Polda Papua Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pelayanan Humanis

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:17 WIT

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:10 WIT

Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:53 WIT

Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:39 WIT

Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIT

Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan

Berita Terbaru