Komnas HAM Fasilitasi Kepulangan 18 Warga Imsun, Akhiri Bertahun-Tahun Hidup dalam Pengungsian Akibat Konflik Bersenjata di Aifat Selatan

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maybrat – Setelah bertahun-tahun hidup dalam pengungsian dan jauh dari kehidupan normal, 18 warga Kampung Imsun, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, akhirnya kembali ke kampung halaman, Selasa (30/9/2026).

Kepulangan tersebut difasilitasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pemenuhan hak masyarakat yang terdampak konflik bersenjata.

Sebanyak 18 warga yang dipulangkan terdiri dari 8 perempuan dan 10 anak-anak. Sebelumnya, mereka memilih meninggalkan kampung dan hidup di kawasan hutan akibat situasi keamanan pascapenyerangan terhadap Komando Rayon Militer (Koramil) Persiapan Aifat Selatan di Kampung Kisor pada 2 September 2021.

Penyerangan tersebut menewaskan empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), sementara dua anggota lainnya mengalami luka berat. Peristiwa itu kemudian berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah warga, khususnya keluarga yang dikaitkan dengan pelaku penyerangan, memilih mengungsi ke hutan karena merasa tidak aman untuk kembali ke kampung. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menjalani kehidupan jauh dari fasilitas dasar dan lingkungan tempat mereka biasa tinggal.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan 18 orang ini merupakan warga masyarakat yang sudah kurang lebih 6 tahun hidup di hutan dengan status mengungsi, akibat insiden penyerangan persiapan Pos Koramil Aifat Selatan.

“Kepulangan 18 warga kali ini bukan merupakan langkah pertama. Pada Desember 2024, sebanyak 64 warga dari wilayah tersebut juga telah kembali dari pengungsian melalui fasilitasi Komnas HAM,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (2/10/2026).

Frits menerangkan 18 orang yang kembali ini merupakan istri dan anak-anak serta kerabat dari pada para tersangka penyerangan. Ini adalah langkah untuk memulangkan masyarakat ke kehidupan yang lebih aman dan normal terus dilakukan secara bertahap.

“Jadi pemulangan mereka di saksikan pemerintah daerah Maybrat, pihak gereja, TNI dan Polri. Kita dengan tegas meminta kepada pemerintah dan semua pihak, agar mereka diperlakukan secara manusiawi dan tidak intimidasi. Begitu juga dengan anak-anak mereka, agar dapat diberikan fasilitas pendidikan yang baik,” pungkasnya.

Frits juga menegaskan kepada suami-suami mereka yang ada dihutan, sebagai pimpinan kelompok bersenjata, bahwa istri dan anak-anaknya dijemput dan dilayani dengan baik. Ia mengharapkan agar tidak ada lagi peristiwa kekerasan terjadi di wilayah tersebut.

“Kepulangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap konflik, terdapat masyarakat sipil—termasuk perempuan dan anak-anak—yang turut merasakan dampak panjang dan membutuhkan ruang untuk kembali hidup normal. Komnas HAM akan terus mendorong, agar konflik di tanah Papua dapat dihentikan,” tegasnya.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka
Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena
Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu
Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan
Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian
Gotong Royong Polres Intan Jaya dan Warga Sugapa: Kebersamaan Bangun Masjid Al Hudha Jadi Simbol Toleransi dan Persaudaraan
Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Papua Pegunungan Raih Pendidikan Tinggi
Distrik Ilu Bongkar dan Salurkan 10 Ton Beras Raskin, Pastikan Transparansi ke 20 Kampung Zona II

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:15 WIT

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:05 WIT

Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:52 WIT

Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIT

Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:08 WIT

Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian

Berita Terbaru