Kembali ke Sekolah di Anggruk: Harapan atau Mimpi?

- Penulis

Senin, 24 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa waktu lalu, tragedi memilukan mengguncang dunia pendidikan di Tanah Papua, khususnya wilayah Pegunungan Papua. Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo menjadi saksi duka mendalam setelah serangan keji terhadap guru-guru yang dengan tulus mengabdikan diri untuk memberikan pendidikan di pedalaman.

Salah satu korban, Rasmalia Rerek Sogan, guru asal Nusa Tenggara Timur, kehilangan nyawanya dalam serangan tersebut. Beberapa guru dan tenaga kesehatan lainnya mengalami luka-luka, bahkan harus mengungsi, meninggalkan distrik Anggruk—dan meninggalkan anak-anak yang seharusnya mereka bimbing dan rawat.

Pertanyaan yang mencuat adalah: kapan pendidikan di sana akan kembali normal? Siapa yang akan mengajar anak-anak Distrik Anggruk? Siapa yang akan memastikan mereka mendapatkan hak pendidikan untuk masa depan yang lebih cerah? Apakah perlu waktu dua, empat, atau bahkan puluhan tahun hingga layanan pendidikan kembali pulih di sana? Siapa yang bisa menjamin?

Serangan ini tak hanya merenggut jiwa seorang guru, tetapi juga harapan anak-anak Anggruk. Tuduhan bahwa para guru adalah mata-mata negara telah melahirkan tragedi kelam yang akan meninggalkan jejak trauma panjang bagi generasi muda di sana.

Bukankah kita masih menghormati jasa para guru dan tenaga kesehatan? Bukankah mereka adalah pejuang yang mencerdaskan anak-anak bangsa? Kejadian ini telah menghapus peluang anak-anak Anggruk untuk mendapatkan pendidikan. Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab?

Kejadian 21 Maret 2025 di Anggruk telah mengajarkan kita bahwa pendidikan adalah hak yang seringkali terabaikan di tengah konflik. Kini saatnya kita berkaca: apakah kita benar-benar peduli pada masa depan mereka, atau kita terus membiarkan tragedi seperti ini terulang?

Ahmad Buendi Ginting
Seorang yang mencoba peduli pada pendidikan di Tanah Papua

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Jayapura Serahkan SK Pensiun, Seratusan ASN Termasuk Guru Memasuki Masa Purna Tugas Tahun 2026
Rustan Saru Tegaskan Dinas PUPR-PKP Turun Lapangan, Cek Perizinan dan Tata Ruang Perumahan di Kawasan Timur Kota
Kopasgat Pastikan Keselamatan Penerbangan Tetap Terjaga Meski Asap Kebakaran Hutan Kurangi Frekuensi Pesawat di Puncak Jaya
Wabup Mus Kogoya Beri Motivasi CPNS: Bangun Disiplin, Tanggung Jawab, dan Komitmen Sejak Awal Pengabdian
Wabup Mus Kogoya Imbau Masyarakat dan ASN Puncak Jaya Gunakan Masker, Jaga Kesehatan, dan Tingkatkan Disiplin Kerja
Kunjungan Wakil Gubernur Papua Tengah di Puncak Jaya Berjalan Lancar Berkat Kesiapsiagaan Aparat Gabungan
Gubernur John Tabo Salurkan Rp1,25 Miliar Dana Otsus untuk 50 Kelompok Ekonomi Kreatif di Papua Pegunungan
Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:35 WIT

Wakil Wali Kota Jayapura Serahkan SK Pensiun, Seratusan ASN Termasuk Guru Memasuki Masa Purna Tugas Tahun 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:37 WIT

Rustan Saru Tegaskan Dinas PUPR-PKP Turun Lapangan, Cek Perizinan dan Tata Ruang Perumahan di Kawasan Timur Kota

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:05 WIT

Kopasgat Pastikan Keselamatan Penerbangan Tetap Terjaga Meski Asap Kebakaran Hutan Kurangi Frekuensi Pesawat di Puncak Jaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:57 WIT

Wabup Mus Kogoya Beri Motivasi CPNS: Bangun Disiplin, Tanggung Jawab, dan Komitmen Sejak Awal Pengabdian

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:44 WIT

Wabup Mus Kogoya Imbau Masyarakat dan ASN Puncak Jaya Gunakan Masker, Jaga Kesehatan, dan Tingkatkan Disiplin Kerja

Berita Terbaru