Jayawijaya Gelar Festival Lembah Baliem Sambut HUT RI ke-80

- Penulis

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayawijaya, Papua Pegunungan — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyiapkan gebrakan budaya dan ekonomi kreatif lewat perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem. Festival ikonik ini akan digelar pada 7–9 Agustus 2025 dan berpuncak pada tanggal 11 Agustus di pusat kota Wamena.

 Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, menegaskan semangat inklusif dan kolaboratif dalam pelaksanaan festival tahun ini. “Kami ingin festival ini berbeda. Semua pemangku kepentingan harus turut berperan aktif, mulai dari kementerian, media nasional, hingga internasional. Ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujar beliau dalam arahannya, Sabtu (20/7).

Tujuan Festival:
– Meningkatkan daya tarik pariwisata Jayawijaya
– Mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM
– Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta budaya lokal

Untuk mendukung kelancaran acara, Bupati meminta kesiapan maksimal dari sektor transportasi:
– Dinas Perhubungan Udara diminta menjaga kelancaran penerbangan tanpa kendala teknis.
– Dinas Perhubungan Darat diminta menghadirkan armada transportasi yang layak dan nyaman.

Di sisi ekonomi kreatif, pelaku UMKM akan menampilkan:
– Hasil bumi lokal
– Kerajinan tangan khas Mama-mama Jayawijaya
– Kuliner otentik Papua Pegunungan

Komunitas budaya dari berbagai daerah akan turut ambil bagian dalam pentas kesenian puncak festival. Paguyuban lintas etnis dan generasi akan menampilkan kekayaan budaya masing-masing, menjadikan festival ini panggung keberagaman yang menggembirakan.

Koordinasi teknis dan publikasi akan ditangani oleh Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata, demi memastikan penyelenggaraan acara berjalan meriah, tertib, dan berdampak luas.

Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan pesan mendalam:
“Mari jadikan festival ini rumah bersama, tempat anak-anak merasa bangga menjadi bagian dari Wamena. Tempat wisatawan ingin kembali, untuk mengenal dan mencintai tanah Papua.”

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemda Jayawijaya

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru