WAMENA, 12 Oktober 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyalurkan bantuan modal senilai Rp1,25 miliar kepada 50 kelompok pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di delapan kabupaten. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dalam apel pagi di lingkungan Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Wamena.
Dalam arahannya, John Tabo menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) harus dimanfaatkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab. Ia meminta penerima bantuan menggunakan modal tersebut untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Tidak hanya menggunakan uang, lalu langsung habis. Gunakan dengan baik. Lakukan evaluasi terus-menerus, mana mama-mama yang bergerak dan mana yang berhasil. Yang berhasil diberikan tambahan lagi, sedangkan yang masih kurang perlu dibina dan didampingi. Kita mau maju, bukan mau tinggal di sini saja,” tegas John.
Ia juga meminta dinas terkait melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan usaha penerima bantuan. Kelompok yang menunjukkan kemajuan dapat dipertimbangkan untuk memperoleh dukungan lanjutan sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku, sedangkan kelompok yang mengalami kendala perlu mendapatkan pembinaan.
John menekankan bahwa pemanfaatan dana Otsus harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan, Hulu Bahabol, S.E., M.M., menjelaskan bahwa bantuan tersebut secara khusus menyasar pelaku ekonomi kreatif, bukan UMKM umum seperti kios atau usaha perdagangan biasa.
Penerima bantuan mencakup kelompok yang bergerak dalam kerajinan noken, pembuatan gelang, kuliner khas Papua, seni budaya, serta produksi konten visual.
“Anggaran tahun ini sebesar Rp1.250.000.000 disalurkan kepada 50 kelompok. Dana tersebut sudah masuk melalui Bank Papua dan telah ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Hari ini kami akan berkoordinasi untuk membuka blokir rekening, sehingga mulai besok masyarakat sudah bisa mengambil uang di rekening masing-masing,” jelas Hulu.
Ia berharap alokasi anggaran ekonomi kreatif dapat meningkat dari Rp1,25 miliar menjadi Rp5 miliar pada tahun mendatang agar semakin banyak kelompok masyarakat memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha.
Untuk memastikan bantuan memberikan hasil nyata, pihaknya merencanakan monitoring dan evaluasi pada tahun depan guna melihat perkembangan usaha serta peningkatan pendapatan penerima. Dinas juga akan menyiapkan pelatihan dan bimbingan teknis melalui program pengembangan sumber daya manusia bagi kelompok yang membutuhkan peningkatan keterampilan.
Selain pemberdayaan usaha, Hulu mengatakan pihaknya turut memberi perhatian kepada generasi muda yang berkecimpung dalam seni budaya dan produksi konten digital. Dukungan tersebut diharapkan membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan potensi Papua Pegunungan kepada masyarakat luas.
Melalui bantuan modal dan pembinaan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap ekonomi kreatif semakin berkembang, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah di delapan kabupaten.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : A. Buendi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















