Gubernur John Tabo: Jangan Main-main dengan Uang Negara

- Penulis

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 30 Juni 2025 — Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas pengelolaan anggaran tahun 2024.

Dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (30/6), Gubernur Tabo menyampaikan bahwa opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang kembali diberikan BPK merupakan tamparan serius bagi tata kelola keuangan daerah.

“Kalau barang milik negara tidak ada di tempatnya, cari dan kembalikan. Kalau tidak, kita proses. Jangan tunggu-tunggu,” tegasnya di hadapan para kepala OPD.

Menurut Gubernur, lemahnya tindak lanjut atas temuan tahun sebelumnya menjadi penyebab utama keterlambatan pencairan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun ini. Ia menekankan bahwa setiap pengguna anggaran wajib menyusun laporan bulanan secara tertib dan akuntabel.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Tahun lalu kita lambat, sekarang dana belum juga turun. Ini bukan soal pusat, ini soal kita sendiri,” ujarnya.

Instruksi Tegas untuk Bappeda dan OPD

Gubernur juga memerintahkan Bappeda untuk segera melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan anggaran dan menyiapkan langkah-langkah alternatif menghadapi keterbatasan fiskal.

Ia menambahkan bahwa sistem penyaluran Dana Otsus kini lebih ketat. Dana tidak lagi disalurkan melalui provinsi, melainkan langsung dari pusat ke daerah yang laporan keuangannya lengkap dan tepat waktu.

“Kalau laporan kita rapi, dana turun. Kalau tidak, ya tunggu saja. Ini bukan ancaman, ini kenyataan,” kata Tabo.

Komitmen Bangun Daerah Tanpa Kompromi

Gubernur memastikan bahwa koordinasi dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Keuangan, terus dilakukan agar hak fiskal Papua Pegunungan tidak terhambat. Namun ia menegaskan, tanggung jawab utama tetap ada di daerah.

“Terima kasih bagi yang sudah bekerja dengan baik. Tapi yang masih lalai, saya ingatkan: jangan main-main dengan uang negara,” tutupnya.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Pengungkapan Jaringan Amunisi Ilegal di Mimika, Satgas Damai Cartenz Tangkap Tiga Orang dan Sita Puluhan Butir Tajam
KNPB Gelar Ibadah dan Mimbar Bebas di Wamena, Polres Jayawijaya Tegaskan Situasi Aman dan Terkendali
Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai
Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun
Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan
Polda Papua Tengah Kirim Tim Ditreskrimum Perkuat Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Anggota Polsek Kamuu di Dogiyai
KemenPANRB Gelar Evaluasi Pemerintah Digital di Jayapura, Dorong Papua Pegunungan dan Papua Tengah Perkuat Transformasi Layanan Publik
Rakor Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Papua Pegunungan Siapkan Program Pembangunan 2.200 Rumah untuk Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:46 WIT

Pengungkapan Jaringan Amunisi Ilegal di Mimika, Satgas Damai Cartenz Tangkap Tiga Orang dan Sita Puluhan Butir Tajam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:42 WIT

KNPB Gelar Ibadah dan Mimbar Bebas di Wamena, Polres Jayawijaya Tegaskan Situasi Aman dan Terkendali

Rabu, 30 September 2026 - 16:15 WIT

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai

Rabu, 30 September 2026 - 14:50 WIT

Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 13:53 WIT

Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan

Berita Terbaru