KEEROM-Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar Pemerintah Kabupaten Keerom pada awal tahun 2024 dihadiri oleh banyak tokoh dan masyarakat Keerom. Pada kesempatan tersebut Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP, menginginkan masyarakat Keerom untuk terus mengingat kebesaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tema KKR Pemulihan dan Penyembuhan, Bupati Keerom mengajak masyarakat untuk teguh dalam iman dan selalu mengingat karya Tuhan. Para pengkhotbah yang hadir dalam acara tersebut antara lain Pastor Jhon Bunay, Pr, Pdt. Jhon Baransano, S.Si.,M.Mis, dan Pdt. Fredrik J. Prawar S.Th.
Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Keerom, Ketua TP PKK Keerom, Ketua DWP, Pimpinan OPD dan ASN, TNI/Polri, Anggota MRP Papua, DPRD Keerom, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Bupati Keerom menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan antara anak Keerom.
Selain itu Bupati Keerom juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ujaran kebencian dan hoax di media sosial yang dapat memecah belah rasa kebersamaan. KKR ini merupakan perintah Tuhan, sehingga sangat penting untuk dilaksanakan dan memuliakan Tuhan.
“Saya pesan jaga terus persaudaraan, jangalah diantara kita memiliki hasrat untuk membenci hanya karena berbeda kepentingan dan politik. Hindari ujaran kebencian dan hoax di media sosial yang berpotensi memecah belah rasa kebersamaan,”Ucapnya.
Bupati Gusbager berharap Kabupaten Keerom dapat menjadi contoh bagi Tanah Papua dengan pola berpikir yang merujuk kepada pola pikir Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih. Dalam momen tersebut, Bupati Gusbager juga menerima kembali 20 peserta wisata rohani para tokoh agama Kristen dari tanah suci Yerusalem.
“Itu artinya Tuhan punya keinginan dan kita selaku hambanya hanya bisa ikut saja, saya inginkan Kabupaten Keerom menjadi contoh bagi Tanah Papua,” ujarnya.
Acara KKR berlangsung aman dan lancar, dan diakhiri dengan foto bersama. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Keerom dan pengkhotbah lainnya mengajak masyarakat untuk terus mengingat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan merubah pola berpikir menjadi lebih positif dengan penuh kasih.
Penulis : Gin
Editor : A. Buendi















