Empat WNA China Terlibat Tambang Ilegal di Keerom, Polda Papua Bertindak Tegas

- Penulis

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, 9 September 2025 — Aktivitas tambang emas ilegal di Kampung Kalipur, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom akhirnya terbongkar. Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua berhasil mengamankan sembilan orang, enam di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk empat warga negara asing asal China.

“Para pelaku tidak dapat menunjukkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sah saat diinterogasi,” ungkap Dirreskrimsus Polda Papua, Kombes Pol I Gusti Era Adhinata, dalam konferensi pers, Selasa (9/9).

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kelompok ini telah menambang emas secara ilegal dan berhasil mengumpulkan 257 gram emas. Motif utama mereka: menghindari kewajiban pajak negara.

Berikut profil dan peran para tersangka:
– AAM H.N. (47) – WNI, Direktur PT Saveree Gading International Group, penyedia modal dan sarana tambang
– C L. (46) – WNA China, teknisi mesin survei dan pelatih karyawan
– W.C.D. (60) – WNA China, teknisi listrik di lokasi
– C.H.T. (40) – WNA China, perantara investor
– C.D. (41) – WNA China, investor lapangan
– L.H.S. (46) – WNI, penerjemah dan koordinator gaji

Barang bukti yang disita meliputi alat berat Caterpillar PC 200, dokumen perusahaan, paspor, dan KTP para tersangka.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 ayat (3) huruf a UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Kombes Era menegaskan bahwa Polda Papua akan terus menindak tegas praktik tambang ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan. “Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal kedaulatan sumber daya alam,” tegasnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Polda Papua

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru