Dr. Ones Pahabol: Papua Boleh Terbagi Secara Administratif, Tapi Orang Papua Jangan Pecah Secara Kultural

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Menyikapi pernyataan Walikota Jayapura Abisai Rollo yang menuai polemik di tengah publik papua saat ini terkait aksi demo, pemalangan hingga menyinggung identitas masyarakat Papua soal gunung dan pantai, Wakil Gubernur Papua Pegunungan , Dr. Ones Pahabol, angkat bicara tegas.

Dalam kapasitasnya sebagai tokoh Papua, Pahabol menyampaikan pandangan kritis dan menyeluruh soal pentingnya menjaga keutuhan orang asli Papua di tengah perubahan administrasi wilayah.

“Saya bicara dari kesatuan tubuh orang Papua. Papua boleh dipecah menjadi enam provinsi, tapi orang Papua jangan sampai terpecah. Kita satu, satu budaya, satu DNA, satu rumah.” tegas Ones Pahabol.

Menanggapi ucapan Walikota Jayapura, Abisai Rollo, yang mengatakan bahwa pelaku demo dan pemalangan kota bukan berasal dari masyarakat Port Numbay atau orang pantai melainkan “orang gunung”, Dr. Pahabol menyayangkan pernyataan tersebut sebagai bentuk miskin narasi kepemimpinan.

“Seorang pemimpin harus bijak dan berhikmat. Tidak boleh membangun narasi yang menyakiti dan memecah orang Papua yang satu kultur. Itu pernyataan yang tidak layak keluar dari seorang kepala daerah, apalagi tokoh adat,” ujar Pahabol.

Ia menekankan bahwa perbedaan wilayah administratif tidak seharusnya menjadi alat pemisah di antara sesama orang Papua. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan semangat persatuan yang selama ini dibangun oleh banyak pemimpin senior Papua. Seperti Barnabas Suebu,John Ibo, Henock Ibo, Mendiang Lukas Enembe,Welington Wenda dan yang lainnya.

“Bandingkan dengan Tomi Mano – anak Port Numbay yang justru merangkul semua suku. Saya dukung 100 persen ucapan Tomi Mano yang menyambut kepemimpinan Yunus Wonda sebagai Bupati Jayapura. Dimana Tomi Mano menyampaikan dengan istilah ”Batu yang sudah turun dari gunung tidak bisa kembali tapi dia akan menetap”. Itu pemimpin yang punya hikmat dan tahu menempatkan diri sebagai anak Papua,” imbuhnya.

Sementara menanggapi terkait pernyataan Walikota yang meminta warga asal Papua New Guinea (PNG) di kawasan Skouw untuk kembali ke negaranya, Pahabol meminta agar pendekatan adat dan sejarah diperhatikan lebih dalam.

“Harus ditinjau kembali, dari tahun berapa mereka tinggal di sana? Kita bicara bukan hanya soal batas negara, tapi juga batas adat yang sering tak sejalan dengan batas administrasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam konteks spiritualitas pun semua manusia adalah pendatang di dunia ini. Oleh karena itu, tidak sepatutnya seorang pemimpin mengeluarkan pernyataan yang mengusir atau menyingkirkan sesama.

Pahabol menegaskan bahwa dua dasar utama yang harus menjadi fondasi setiap pemimpin Papua adalah kultur dan spiritualitas. Ia menggambarkan orang Papua sebagai bagian dari ras Melanesia yang menyatu dari Sorong hingga PNG dan Kepulauan Solomon.

“Kami manusia Papua adalah satu ras – Melanesia. Dari Sorong sampai Merauke, dari gunung hingga pantai, kita adalah satu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyerukan kepada para pemimpin Papua agar tidak salah mengelola narasi dan menjaga integritas dalam merawat masyarakat dan budaya.

Sebagai tokoh Papua, Ones Pahabol mengajak semua elemen masyarakat dan para pemimpin untuk melihat Jayapura sebagai wajah dan rumah bersama bagi seluruh orang Papua.

“Cenderawasih itu hanya ada di Papua. Kasuari pun hanya ada di tanah ini dan menjadi peta Papua dan itu artinya kita satu. Jayapura adalah wajah kita bersama, rumah semua orang Papua. Jangan rusak dengan narasi sempit dan sektarian,” Tambah OP

“Papua boleh terbagi, tapi orang Papua jangan sampai pecah. Kalau kita utuh, kita kuat untuk membangun tanah Papua.”  Tutup Ones Pahabol

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai
Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun
Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan
Polda Papua Tengah Kirim Tim Ditreskrimum Perkuat Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Anggota Polsek Kamuu di Dogiyai
KemenPANRB Gelar Evaluasi Pemerintah Digital di Jayapura, Dorong Papua Pegunungan dan Papua Tengah Perkuat Transformasi Layanan Publik
Rakor Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Papua Pegunungan Siapkan Program Pembangunan 2.200 Rumah untuk Masyarakat
Pemprov Papua Pegunungan Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp489,8 Miliar dan Belanja Tembus Rp1,95 Triliun
Pelindo Regional 4 Jayapura Gelar Sosialisasi Peralihan Nota Jasa Kepelabuhanan, Dorong Integrasi Layanan dan Kemudahan Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:15 WIT

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai

Rabu, 30 September 2026 - 14:50 WIT

Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 13:53 WIT

Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan

Rabu, 30 September 2026 - 13:28 WIT

Polda Papua Tengah Kirim Tim Ditreskrimum Perkuat Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Anggota Polsek Kamuu di Dogiyai

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIT

KemenPANRB Gelar Evaluasi Pemerintah Digital di Jayapura, Dorong Papua Pegunungan dan Papua Tengah Perkuat Transformasi Layanan Publik

Berita Terbaru