Distribusi BBM di Jayawijaya Mulai Terdampak Kabut Asap, Pengelola SPBU Ingatkan Potensi Kelangkaan Jika Kondisi Berlanjut

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mulai menghadapi tantangan akibat gangguan penerbangan yang dipicu kabut asap dalam sepekan terakhir. Meski hingga saat ini sejumlah SPBU masih mampu melayani kebutuhan masyarakat, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan BBM apabila berlangsung lebih lama.

Pengelola SPBU Putra Baliem Baliem Mandiri Wamena, Meggy Pasaribu, mengatakan gangguan penerbangan mulai memengaruhi kelancaran distribusi pasokan BBM ke Wamena. Namun, stok yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Menurut Meggy, persediaan BBM diperkirakan masih mampu menopang pelayanan dalam tiga hingga lima hari ke depan. Akan tetapi, jika kabut asap semakin parah dan tidak ada penerbangan yang mengangkut pasokan barang ke Wamena, potensi kelangkaan BBM dapat terjadi dalam waktu relatif singkat.

“Untuk sementara, pasokan yang masuk masih bisa menutupi kebutuhan harian. Namun, kalau dalam tiga sampai empat hari ke depan tidak ada penerbangan yang membawa barang, otomatis akan terjadi kelangkaan BBM di Wamena,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan kuota pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat distribusi BBM di Wamena rentan terganggu apabila jalur pengangkutan melalui udara tidak berjalan normal.

Meggy menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan lebih lanjut dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) terkait penyesuaian pelayanan maupun distribusi BBM selama gangguan penerbangan berlangsung.

Karena itu, pelayanan di SPBU Putra Baliem Baliem Mandiri masih mengikuti ketentuan kuota yang telah ditetapkan pemerintah daerah melalui instansi terkait.

Sementara itu, Pengelola SPBU Anwarudin dan Lasminingsih Wamena, Suyono, membenarkan bahwa gangguan penerbangan akibat kabut asap dalam kurun waktu sekitar satu minggu terakhir turut menjadi perhatian para pengelola SPBU.

Meski demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat masih berjalan dengan mengandalkan persediaan BBM yang telah tersedia sebelum gangguan penerbangan terjadi.

Menurut Suyono, operasional penerbangan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan. Pesawat hanya dapat melakukan penerbangan maupun pendaratan apabila kondisi dinilai memungkinkan.

Ia mengapresiasi upaya maskapai Trigana Air Service yang tetap berusaha melayani penerbangan ke Wamena ketika cuaca memungkinkan, termasuk pada sore hari. Namun, pengangkutan BBM tidak dapat dilakukan secara maksimal karena kapasitas angkutan juga harus mempertimbangkan kebutuhan logistik lainnya.

Suyono mengatakan, pihaknya akan tetap berupaya melayani masyarakat selama stok dan alokasi BBM masih tersedia. Untuk BBM jenis Bio Solar yang menggunakan kartu pengendali, penyalurannya tetap disesuaikan dengan alokasi harian dan ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, pengaturan penyaluran perlu dilakukan secara cermat agar stok yang tersedia dapat dibagi dan pelayanan tetap berlangsung selama beberapa hari, terutama untuk BBM bersubsidi seperti Bio Solar dan Pertalite.

Sementara itu, Dexlite dan Pertamax dipasarkan melalui mekanisme penjualan nonsubsidi, sedangkan penyaluran BBM bersubsidi harus mengikuti ketentuan alokasi yang telah ditetapkan.

Suyono berharap kondisi kabut asap yang menghambat penerbangan segera berakhir sehingga distribusi logistik, termasuk BBM, dapat kembali berjalan normal.

Kedua pengelola SPBU tersebut mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena pelayanan BBM masih berlangsung. Namun, keberlanjutan pasokan dalam beberapa hari mendatang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran penerbangan menuju Wamena.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kapolres Piter Kendek Tekankan Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi, Semua Elemen Masyarakat Harus Bersinergi Jaga Dogiyai Kondusif
Kebakaran Enam Hektare di Wesaput Berhasil Dipadamkan, Polisi Imbau Warga Waspada
Peringati HUT ke-22, DPD RI Papua Pegunungan Gelar Donor Darah di Wamena dengan Target 50 Kantong
Data Sipongi Ungkap 33 Ribu Hektare Terdampak Karhutla, Kapolda Papua Tengah Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Daerah
Dinamika Organisasi Polri: Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta untuk Perkuat Pelayanan Kepolisian
Green Policing di Nabire, Kapolda Tegaskan Polri Harus Hadir dan Beri Solusi bagi Masyarakat
Pemuda 23 Tahun Tewas Ditikam di Wamena, Polisi Amankan Remaja Terduga Pelaku dan Barang Bukti Pisau
Mutasi Kabag Ops, Kabag Ren, dan Kasat Binmas di Polres Jayawijaya Jadi Bagian dari Penyegaran Organisasi Polri

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Kapolres Piter Kendek Tekankan Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi, Semua Elemen Masyarakat Harus Bersinergi Jaga Dogiyai Kondusif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:36 WIT

Kebakaran Enam Hektare di Wesaput Berhasil Dipadamkan, Polisi Imbau Warga Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:21 WIT

Peringati HUT ke-22, DPD RI Papua Pegunungan Gelar Donor Darah di Wamena dengan Target 50 Kantong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:59 WIT

Data Sipongi Ungkap 33 Ribu Hektare Terdampak Karhutla, Kapolda Papua Tengah Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:19 WIT

Dinamika Organisasi Polri: Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta untuk Perkuat Pelayanan Kepolisian

Berita Terbaru