Papua

Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena

NDUGA — Direktur RSUD Elvrida Sara Kabupaten Nduga, Dr. dr. Nataniel Imanuel Hadi, M.Kes., MARS., FISQua, menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai meninggalnya seorang anak bernama Simianus Karunggu dan penghentian sementara pelayanan rumah sakit. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kronologi pelayanan medis yang diterima pasien sebelum dirujuk ke RSUD Wamena.

Dalam keterangannya, Direktur RSUD Elvrida Sara menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Ia menegaskan bahwa klarifikasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi rasa kehilangan keluarga maupun mendahului kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya pasien.

Berkaitan dengan pemberitaan salah satu media online berjudul “Fakta Baru Terkuak RSD Kenyam Tutup Karena Tenaga Kerja Belum Dibayar, Seorang Anak Nduga Meninggal Dunia”, pihak rumah sakit memaparkan kronologi pelayanan berdasarkan keterangan dokter yang menangani pasien.

Menurut keterangan dr. Taufik, dokter umum yang merawat Simianus Karunggu, pasien dibawa orang tuanya ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) RSUD Elvrida Sara pada 28 September 2026. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien mendapatkan perawatan medis selama satu hari.

Selanjutnya, pada 29 September 2026, pasien dirujuk ke RSUD Wamena untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut. Proses rujukan tersebut didampingi oleh perawat Ns. Alfonsina Gwijangge. Setibanya di RSUD Wamena, pasien diterima oleh dr. Yakin untuk menjalani perawatan lanjutan.

Berdasarkan kronologi tersebut, manajemen RSUD Elvrida Sara menegaskan bahwa pasien telah mendapatkan pelayanan medis sebelum dirujuk ke RSUD Wamena.

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa penghentian pelayanan baru terjadi pada 3 Oktober 2026, sehingga kedatangan dan perawatan awal Simianus Karunggu berlangsung sebelum penghentian pelayanan tersebut.

Bupati Nduga Fasilitasi Penyelesaian Persoalan Honor Tenaga Kesehatan

Di tengah perhatian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga, persoalan keterlambatan pembayaran honor tenaga kesehatan turut menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.

Direktur RSUD Elvrida Sara menjelaskan bahwa pada Kamis, 8 Oktober 2026, Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP., bertemu langsung dengan seluruh tenaga kesehatan dan staf rumah sakit. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan aspirasi pegawai sekaligus membahas penyelesaian persoalan pembayaran honor.

Dalam pertemuan itu, Bupati memberikan jaminan bahwa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nduga akan segera memproses pembayaran honor tenaga kesehatan RSUD Elvrida Sara.

Sebagai tindak lanjut, pada hari yang sama seluruh staf rumah sakit mulai membersihkan area dan ruangan pelayanan guna mempersiapkan pembukaan kembali layanan kesehatan.

Manajemen rumah sakit menyebutkan bahwa pelayanan direncanakan kembali berjalan pada 9 Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memulihkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Nduga.

Komitmen Memulihkan Pelayanan Kesehatan

Manajemen RSUD Elvrida Sara mengapresiasi perhatian Bupati Nduga dalam menindaklanjuti aspirasi tenaga kesehatan. Pihak rumah sakit juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Selain itu, manajemen berharap pemberitaan mengenai persoalan tersebut tetap mengedepankan verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan informasi agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh berdasarkan fakta yang tersedia.

Menutup keterangannya, Direktur RSUD Elvrida Sara kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Simianus Karunggu dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan.

Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keberlangsungan pelayanan kesehatan, kepastian pembayaran hak tenaga kesehatan, dan komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, media, serta masyarakat.

Dengan semangat “Nindi Misiget Pem Yabu Wanuok-O — Satu Hati, Satu Tujuan, Melayani dengan Kasih”, RSUD Elvrida Sara menegaskan komitmennya untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Nduga.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka

KEPULAUAN YAPEN — Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik…

56 menit ago

Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu

JAYAPURA-Pendidikan karakter menjadi perhatian serius yang diberikan kepada siswa-siswi SMA Negeri 4 Jayapura. Kepala SMAN…

14 jam ago

Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan

JAYAPURA-Persekutuan Oikumene Siswa SMA Negeri 4 Jayapura menggelar kegiatan Students Bible Meeting (SBM) di Vila…

15 jam ago

Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian

WAMENA, 9 Oktober 2026 — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menggelar Rapat Kerja (Raker)…

15 jam ago

Gotong Royong Polres Intan Jaya dan Warga Sugapa: Kebersamaan Bangun Masjid Al Hudha Jadi Simbol Toleransi dan Persaudaraan

INTAN JAYA – Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama terlihat dalam aksi gotong royong yang…

16 jam ago

Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Papua Pegunungan Raih Pendidikan Tinggi

WAMENA, 10 Oktober 2026 – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda…

1 hari ago