Bupati Gusbager: Bila Ada Pungli Dalam Rekrutmen CPNS, Penegak Hukum Silahkan Proses

- Penulis

Kamis, 21 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARSO-Bupati Keerom, Piter Gusbager, menegaskan bahwa rekrutmen CPNS kouta 1.000 yang dilakukan pada tahun 2021 lalu tidak ada praktik pungutan liar (Pungli). Menurutnya, proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan terbuka untuk masyarakat Keerom dari Skanto hingga Towe.

Namun, ia tetap membuka peluang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya praktik pungutan liar atau pungli dalam proses rekrutmen. Bupati Gusbager juga menekankan bahwa aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku jika terbukti adanya pungli.

Dalam upaya untuk memperbaiki sistem penerimaan CPNS di Kabupaten Keerom pihaknya berkomitmen menciptakan bebas pungli, Bupati Gusbager akan membuka kouta 246 untuk formasi CPNS pada tahun 2024 sehingga total CPNS yang akan diangkat menjadi sekitar 1.500 orang. Ia menjamin bahwa proses penerimaan CPNS tersebut juga akan dilakukan secara transparan dan tidak melibatkan praktik pungli.

Bupati Gusbager juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melindungi aparaturnya yang terlibat dalam praktik pungli. Jika terbukti ada oknum ASN yang terlibat dalam praktik pungli, maka akan diproses secara administrasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu, Bupati Gusbager mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam memberantas praktik pungutan liar dalam penerimaan PNS. Jika ada informasi atau bukti adanya praktik pungli, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat segera ditindaklanjuti.

Untuk memastikan bahwa rekrutmen CPNS di Kabupaten Keerom bebas dari praktik pungutan liar, Bupati Gusbager menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembenahan di dalam sistem penerimaan CPNS. Ia juga menegaskan bahwa jika ada oknum yang terlibat dalam praktik pungutan liar, maka tindakan hukum akan segera diambil.

“Jadi jelas ya tidak ada pungli dalam hal ini bila ada silahkan proses hukum,”Pungkasnya.

Penulis : Ginting

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Dekranasda Tolikara Pamerkan Emas Asli Papua dan Batik Bermotif Khas di Ajang Kriyanusa 2026, Bukti Kreativitas Anak Daerah Tembus Panggung Nasional
Polres Nduga Latih Pelajar SMK Kenyam dengan PBB, Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Dini
STT Arastamar Wamena Kukuhkan 87 Lulusan, Perkuat Komitmen Pendidikan Tinggi Papua Pegunungan
Razia Malam di Wamena, Polisi Amankan Ballo dan Cap Tikus dari Lokasi Produksi
Papua Pegunungan Hadir di Kriyanusa 2026, Perkenalkan Kerajinan Lokal dan Identitas Budaya ke Panggung Nasional
Pemkab Puncak Jaya Dukung Pengaktifan Kembali RS Imanuel, Sinergi Pemerintah dan Gereja Perkuat Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pemkab Puncak Jaya Gelar Rapat Besar, Bupati Yuni Wonda Tegaskan Pentingnya Pemutakhiran Data Honorer dan CPNS Formasi 2024
Golkar Kota Jayapura Gelar Pelantikan Akbar, Abisai Rollo Tegaskan Konsolidasi Harus Menyentuh Distrik, Kelurahan, dan Kampung

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 07:02 WIT

Dekranasda Tolikara Pamerkan Emas Asli Papua dan Batik Bermotif Khas di Ajang Kriyanusa 2026, Bukti Kreativitas Anak Daerah Tembus Panggung Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 09:21 WIT

Polres Nduga Latih Pelajar SMK Kenyam dengan PBB, Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Dini

Minggu, 27 September 2026 - 08:33 WIT

STT Arastamar Wamena Kukuhkan 87 Lulusan, Perkuat Komitmen Pendidikan Tinggi Papua Pegunungan

Sabtu, 26 September 2026 - 23:52 WIT

Razia Malam di Wamena, Polisi Amankan Ballo dan Cap Tikus dari Lokasi Produksi

Sabtu, 26 September 2026 - 23:39 WIT

Papua Pegunungan Hadir di Kriyanusa 2026, Perkenalkan Kerajinan Lokal dan Identitas Budaya ke Panggung Nasional

Berita Terbaru