Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan Perubahan APBD Bukan Sekadar Angka, Melainkan Instrumen Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Papua Pegunungan – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Lanny Jaya bersama Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melaksanakan rangkaian rapat paripurna dalam rangka pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD Tahun 2026.

Rangkaian sidang yang berlangsung di salah satu hotel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada 2 Oktober 2026 itu meliputi pembukaan sidang paripurna, penyampaian tanggapan fraksi-fraksi DPRK, hingga penutupan sidang dalam rangka penetapan APBD Perubahan 2026 dan Perda Non-APBD.

Sidang dipimpin langsung Ketua DPRK Lanny Jaya Riswan Kogoya, S.Hut, didampingi unsur pimpinan dan anggota DPRK. Dari pihak pemerintah daerah, hadir Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd, bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat Lanny Jaya.

Bupati: Perubahan APBD Bukan Sekadar Mengubah Angka

Dalam sambutannya, Bupati Aletinus Yigibalom menegaskan bahwa perubahan APBD tidak boleh dipandang hanya sebagai perubahan angka dalam dokumen anggaran. Menurutnya, perubahan anggaran merupakan bagian dari upaya menyesuaikan kebijakan pembangunan dengan kondisi aktual, kemampuan keuangan daerah, kebutuhan masyarakat, serta perkembangan pelaksanaan program selama tahun anggaran 2026.

Ia menjelaskan, penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 mengacu pada perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Perubahan Anggaran, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan yang telah disepakati bersama.

Penyesuaian anggaran diarahkan pada sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, hingga peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

Hadapi Keterbatasan Fiskal, Pemda Dorong Sinergi

Memasuki semester kedua 2026, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menyadari masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan. Kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, akses terhadap pelayanan dasar, serta keterbatasan fiskal daerah menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan kerja bersama.

Bupati Aletinus mengatakan kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk bekerja lebih keras, cermat dan sungguh-sungguh. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, pemerintah distrik dan kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta seluruh masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan penyesuaian dan efisiensi belanja sebagai dampak kebijakan nasional, termasuk melalui re-focusing program. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, efisien dan bertanggung jawab sehingga pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

DPRK Minta Setiap Rupiah Anggaran Memberi Manfaat Nyata

Sementara itu, Ketua DPRK Lanny Jaya Riswan Kogoya, S.Hut, menekankan pentingnya pembahasan perubahan APBD dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan semangat kemitraan antara DPRK dan pemerintah daerah.

Ia meminta adanya kerja sama yang baik antara DPRK, pemerintah daerah, perangkat daerah dan seluruh pihak terkait selama proses pembahasan berlangsung.

Riswan juga mengajak seluruh anggota DPRK menjalankan tanggung jawab konstitusional dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai perhatian utama.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu memberikan data, dokumen, penjelasan dan informasi yang lengkap serta akurat selama proses pembahasan agar setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, hukum maupun kepada masyarakat.

Ia menegaskan, dengan berbagai tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan pelayanan dasar yang masih dihadapi Lanny Jaya, setiap rupiah yang dianggarkan dalam APBD harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung tujuan pembangunan daerah.

Perbedaan Pandangan Diselesaikan melalui Musyawarah

Riswan menyebut rapat paripurna tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan sinergi antara DPRK dan pemerintah daerah.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam pembahasan anggaran merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola melalui musyawarah sehingga dapat menghasilkan kesepahaman dan keputusan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

DPRK juga menyatakan akan melakukan pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 secara cermat, objektif dan transparan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

APBD Perubahan Diharapkan Tepat Sasaran

Pada penutupan rapat paripurna, DPRK Lanny Jaya kembali menegaskan harapan agar APBD Perubahan 2026 dapat dilaksanakan secara konsisten dan tepat sasaran.

Program yang telah dianggarkan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi, pelayanan pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Lanny Jaya.

DPRK juga menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan APBD berlangsung efektif, transparan dan akuntabel. Pembangunan Lanny Jaya, menurut DPRK, membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh pemangku kepentingan.

Pemkab Apresiasi Sinergi DPRK

Bupati Aletinus Yigibalom pada penutupan sidang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK Lanny Jaya atas kerja keras, komitmen dan sinergi selama proses pembahasan perubahan R-APBD 2026.

Ia menegaskan perubahan RAPBD merupakan upaya pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan dan program pembangunan dengan perkembangan kondisi daerah, kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan masyarakat.

“APBD bukan hanya merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran, tetapi juga merupakan instrumen utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendorong pembangunan daerah,” demikian pokok sambutan Bupati.

Selanjutnya, hasil persetujuan bersama akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk disampaikan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk dilakukan evaluasi sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan DPRK berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar pelaksanaan APBD berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Arah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Lanny Jaya, yakni “Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat, Cerdas dan Sehat Menuju Masyarakat Lanny Jaya yang Produktif dan Berdaya Saing”, serta tema prioritas RKPD 2026: “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar, Memantapkan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.”

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemda Lanny Jaya

Berita Terkait

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka
Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena
Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu
Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan
Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian
Gotong Royong Polres Intan Jaya dan Warga Sugapa: Kebersamaan Bangun Masjid Al Hudha Jadi Simbol Toleransi dan Persaudaraan
Gubernur John Tabo Hadiri Wisuda UNA’IM Yapis Wamena, Dorong Generasi Muda Papua Pegunungan Raih Pendidikan Tinggi
Distrik Ilu Bongkar dan Salurkan 10 Ton Beras Raskin, Pastikan Transparansi ke 20 Kampung Zona II

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:15 WIT

Relawan TIK Papua Apresiasi Inovasi Digital Tiga Instansi di Kepulauan Yapen, Pelayanan Publik Kian Terbuka

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:05 WIT

Direktur RSUD Elvrida Sara Klarifikasi Kronologi Perawatan Simianus Karunggu, Tegaskan Pasien Sudah Mendapat Layanan Sebelum Dirujuk ke Wamena

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:52 WIT

Widya Kusmayanti: Anak Pandai Akademik Harus Dibekali Karakter Baik, SMAN 4 Jayapura Jadikan Pendidikan Karakter Prioritas Nomor Satu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIT

Students Bible Meeting di Vila Kodam XVII/Cenderawasih: Persekutuan Oikumene Siswa SMAN 4 Jayapura Bekali Pengurus Baru dengan Materi Alkitab dan Semangat Kesatuan dalam Tuhan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:08 WIT

Raker GAMKI di Wamena: Pemuda Kristen Papua Pegunungan Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Persatuan dan Kedamaian

Berita Terbaru