Bukan Bencana Alam, Ini Bencana Tata Ruang!

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir & Longsor Bukan Takdir — Ini Kegagalan Sistem

Oleh: Ir. Edoward JPP, ST., M.Si., MT., IPM (Praktisi Geoteknik, Jalan & Jembatan)

Indonesia mengenal dua musim: kemarau dan hujan. Namun dalam beberapa hari terakhir, ratusan nyawa melayang. Rumah hanyut. Desa hilang. Jalan dan jembatan ambruk. Kita menyaksikan bencana di Aceh, Sumatera, dan kini—Papua.

Di Jayapura, Ringroad longsor. Ruas utama Abepura–Entrop tergerus dan bablas. Tapi kita masih sibuk menyebutnya “musibah alam.” Alasannya? Hujan deras. Debit air tinggi.

Maaf, ini bukan musibah alam. Ini hasil pembangunan yang nekat dan ceroboh—tanpa analisis dan evaluasi yang cermat dan terukur.

1. Tata Ruang Dihancurkan Demi Proyek

– Lereng rapuh dijadikan perumahan.
– Bantaran sungai disulap jadi pusat ekonomi.
– Kawasan resapan air dicor habis-habisan.
– Infrastruktur dibangun sepihak, tanpa kajian menyeluruh.

Ketika hujan ekstrem datang, alam hanya berkata:
“Kalian sendiri yang undang bencana ini.”

2. Infrastruktur Tanpa Perencanaan Komprehensif

– Drainase sempit, saluran tertutup minim pengendali.
– Sungai menyempit, daya tampung hilang.
– Penguatan lereng setengah hati, tanpa kajian teknis.
– AMDAL? Sering hanya formalitas.
– Geoteknik? Faktor keamanan diabaikan.

Alih-alih melindungi publik, infrastruktur justru memperparah bencana.

3. Hutan Gundul, Lereng Dipotong, SOP Dihilangkan

Begitu pohon ditebang, akar hilang. Air turun tanpa penahan. Bukit berubah jadi peluru lumpur. Jalan tertutup. Akses lumpuh total.

Dan setiap kali bukit “turun ke jalan” atau “turun ke kampung,” Pemprov dan Pemkot selalu kaget.
Padahal penyebabnya jelas: kita sendiri yang melepas remnya.

4. Sistem Peringatan Dini? Ada, Tapi Terlambat

– Sensor ada.
– Radar ada.
– Data ada.
– Himbauan ada.
– Staf ahli? Berhamburan.

Yang tidak ada:
– Koordinasi
– SOP lapangan
– Kesiapsiagaan masyarakat
– Tindakan cepat
– Tanggap darurat
– Anggaran

Kita baru heboh setelah korban berjatuhan. Terlambat.

5. Keselamatan Publik: Prioritas Terakhir

Yang dikejar:
– Anggaran
– Proyek
– Serapan
– Pencitraan

Yang tidak dikejar:
– Nyawa manusia

Padahal, kata orang bijak: “Lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Dalam ilmu K3, keselamatan seharusnya jadi Bab Pertama, bukan lampiran.

6. Ini Bukan Bencana Alam. Ini Bencana Tata Kelola.

– Banjir bandang
– Longsor lereng
– Jalan dan jembatan bablas
– Ratusan nyawa melayang

Ini bukan takdir. Ini bencana tata kelola.
– Bencana pembangunan
– Bencana manajemen risiko
– Bencana kebijakan
– Bencana analisis yang tak terukur
– Bencana K3 yang diabaikan secara sistematis dan masif

7. Mau Berhenti Berkabung Setiap Musim Hujan?

Maka pemerintah—baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota—harus:

– Wajibkan K3 sejak tahap perencanaan, bukan hanya di proyek.
– Analisis dan evaluasi harus akurat dan terukur, bukan slogan.
– Analisis risiko jadi gerbang utama, bukan formalitas.
– Tata ruang jangan dilanggar demi kepentingan instan.
– Infrastruktur harus dirancang untuk skenario terburuk.
– Pengawasan harus profesional, bukan administratif.
– Reboisasi dan perlindungan hutan jadi program inti, bukan seremoni.

Jika tidak, bersiaplah:
Tiap tahun, bahkan tiap bulan, kita akan membaca berita duka.
Musim berganti, korban bertambah.
Duka di mana-mana.
Dan kita terus berpura-pura heran.

Padahal jawabannya sudah lama ada:
Pembangunan tanpa analisis, tanpa evaluasi, tanpa keselamatan—adalah undangan resmi untuk bencana.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Tutup Kejurda Tinju Papua Pegunungan, John Tabo Siapkan Juara Menuju Pra-PON 2027
Polres Jayawijaya Turunkan Brimob dan TNI Jaga Karnaval Wamena
Bupati Jayawijaya Imbau Warga Tetap Tenang Pasca Insiden FBLB
Wakapolres Puncak Jaya: Anggota Dilarang Keras Terlibat Judol
Polda Papua Tengah Ungkap 22 Kasus 3C dalam Operasi Sikat Noken 2026
Ribuan Peserta Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara di Wamena
370 ASN Baru Nduga Resmi Menyelesaikan Pelatihan Prajabatan dan Orientasi PPPK
Semarak HUT RI: Lomba Catur di Puncak Jaya Jadi Ajang Asah Strategi Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:56 WIT

Tutup Kejurda Tinju Papua Pegunungan, John Tabo Siapkan Juara Menuju Pra-PON 2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WIT

Polres Jayawijaya Turunkan Brimob dan TNI Jaga Karnaval Wamena

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:46 WIT

Bupati Jayawijaya Imbau Warga Tetap Tenang Pasca Insiden FBLB

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:33 WIT

Wakapolres Puncak Jaya: Anggota Dilarang Keras Terlibat Judol

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:20 WIT

Polda Papua Tengah Ungkap 22 Kasus 3C dalam Operasi Sikat Noken 2026

Berita Terbaru

casibom   jojobet   holiganbet