Daerah

Buka Musrembangda RKPD Papua Tengah, Berharap Ada Kesamaan Persepsi Berbasis Porgram Prioritas Serta Perlindungan Hak Dasar OAP

MIMIKA-Berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana di Kabupaten Mimika digelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Rangka Penyusunan RKPD Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. Hal ini dimaksudkan guna mendapatkan masukan positif yang membangun dari 8 Kabupaten dalam penyusunan RKPD. Hadir Asisten I dan III Setrov Provinsi Papua Tengah, Forkompimda Provinsi Papua Tengah, Perwakilan MRP Papua Tengah, Para Bupati dari 8 Kabupaten, Narasumber yang mengikuti zoom meeting online, Pimpinan PT. Freeport Indonesia bersama Wartawan dari berbagai media.

 

Dalam laporannya, Jull Eddy Way, S. Sos selaku Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah menjabarkan bahwa pelaksanaan Musrenbang kali ini menggunakan pendekatan Program dengan skala prioritas.

 

“Kegiatan dilakukan dari Tanggal 2-5 April yang dilakukan dengan 2 agenda dimana diawali study meeting pembahasan RKPD yang selanjutnya dilanjutkan konsolidasi pembahasan Otonomi Khusus sesuai usulan dari 8 Kabupaten Papua Tengah.” ujarnya.

 

Jull menambahkan dalam pelaksanaan Musrenbang tersebut menyasar program strategis yaitu  1. Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrim/Kemiskinan, 2. Penurunan Angka Inflasi, 3. Penurunan Angka Pengangguran Terbuka dengan pelibatan stakeholder terkait.

 

Dibuka resmi Oleh Pj. Gubernur Provinsi Papua Tengah Dr. Ribka Haluk yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Ausilius You, S. Pd, MM dalam sambutannya menegaskan agar segala Program dan Prioritas yang diusulkan harus benar-benar pro rakyat dengan memprioritaskan penurunan stunting demi kemanusiaan. Pj. Gubernur juga mengapresiasi 8 Bupati/Pj. Bupati bersama Sekda serta jajaran OPD atas perencanaan yang sudah dilakukan dan perkembangan pembangunan yang terjadi di daerah.

 

Selepas pembukaan, paparan materi dilanjutkan oleh  Direktur Jenderal Bina Bangda Kemendagri Ir. Restuardy Daud, M. Sc. Dalam paparannya diharapkan agar perencanaan mampu menjawab 5 tujuan pembangunan dan Otsus.

 

“Sebagaimana amanah UU Nomor 2/2021 tentang Otonomi Khusus yaitu melindungi sekaligus menjunjung tinggi hak dasar, Afirmasi Orang Asli Papua, Percepatan pembangunan, akses layanan publik dan infrastruktur dasar yang selanjutnya RKPD Itu tetap menginduk kepada Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP)” Ujarnya.

 

Dalam itu pihaknya menekankan agar Pj Bupati dan Bappeda di daerah harus melakukan sinkronisasi dan koherensi antara pembangunan Nasional dan Daerah serta korelasi antar dokumen yaitu Dokumen perencanaan dan Dokumen penganggaran sebagaimana PP 107 Tahun 2021.” Tidak ada lagi dokumen perencanaan yang tidak sejalan saat dokumen penganggaran ditetapkan.”Sebutnya.

 

Perlu diketahui bahwa Musrenbangda Tahun 2025 kali ini adalah baseline penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang yang nantinya akan jadi pedoman bagi Pejabat defenitif kepala daerah yang terpilih kedepan.

 

Khusus alokasi Otonomi Khusus terdapat beberapa alokasi diantaranya Block Grant 1% (meliputi : pelayanan publik, kesejahteraan prioritas daerah) , Spesifik Grant 1,25% (meliputi : Pendidikan 30%, Kesehatan 20% dan pemberdayaan masyarakat serta Dana Tambahan Infrastruktur (DTI).

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Drs. Amich Alhumami, M.A, M. Ed, Ph.D menuturkan agar perencanaan tersebut memperhatikan indikator makro Tahun 2025 yakni : 1. Pertumbuhan ekonomi, 2. Tingkat Kemiskinan, 3. Tingkat Pengangguran terbuka, 4. Indeks Modal, 5. Rasio Gini dan 6. Penurunan Intensitas GRK (Emisi karbon) dengan pelibatan pentahelix yang diharapkan dapat mewujudkan Papua Tengah yang Sehat, Cerdas dan Prodiktif.

 

Mewakili Ketua MRP Agustinus Anggaibak yang diwakili Staf menambahkan agar pelaksanaan Otsus harus berfikir terbalik, artinya bahwa pendekatan yang selama ini berjalan harus berfikir khusus dan bukan menyamakan status dan kondisi orang Papua sama dengan lainnya. “Harus ada pengakuan dan perlindungan hak-hak dasar OAP misalnya dengan harus diakomodasi Partai lokal Papua tapi selalu di coret, Polisi Otsus yang bertugas menegakkan Perdasus dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) agar anak Papua yang selesai studi bisa langsung kerja.” Sebutnya.

 

Dirinya juga menyayangkan agar bidang usaha yang ada seperti jual pinang dan lainnya jangan di kuasai oleh warga Non Papua. Hal demikian yang sejatinya setelah 20 Tahun otsus berjalan bukan lagi sekedar harapan kosong tapi sudah harus menjadi realita tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Pj. Bupati Puncak Jaya Dr. Tumiran, S.Sos, M.AP didampingi Kepala Bappeda Temin Enumbi, S.Sos bersama para kepala OPD dilingkungan Pemda Puncak Jaya.(*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

9 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

10 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

10 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

1 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

1 hari ago