Bersatu untuk NKRI! Warga Yapen Serahkan Senjata dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serui, 6 Mei 2025 – Langkah besar menuju perdamaian terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen . Seorang warga berinisial AS , yang sebelumnya merupakan simpatisan TPN/OPM Wilayah Yapen Barat , secara sukarela menyerahkan senjata api jenis M1 Carbine beserta 45 butir munisi kepada Komandan Kodim 1709/Yawa, Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, S.E. Penyerahan ini dilakukan di Makodim 1709/Yawa, Distrik Anotaurei , sebagai simbol kesadaran dan kembali bergabung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keputusan AS untuk kembali ke pangkuan NKRI merupakan hasil pendekatan dan penggalangan yang dilakukan oleh Unit Intel Kodim 1709/Yawa , yakni Serka Patrick S. Pasaribu, S.H., dan Sertu Markus Resa . Tidak hanya senjata, AS juga menyerahkan Bendera Bintang Kejora dan sebuah noken bermotif Bintang Kejora , sebagai tanda bahwa dirinya telah meninggalkan aktivitas gerakan separatis dan kembali berkomitmen sebagai warga negara yang taat.

“Kembalinya saudara kita ini patut diapresiasi. Kami berkomitmen untuk memberikan jaminan kehidupan yang lebih baik ke depannya, termasuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujar Letkol Baskoro .

Lebih jauh, Dandim 1709/Yawa mengimbau simpatisan lain yang masih berada di hutan agar segera mengikuti langkah AS dan kembali ke pangkuan NKRI. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap menerima dan membantu warga yang ingin keluar dari kelompok separatis serta menjalani kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.

“Kami mengajak seluruh saudara kami yang masih tergabung dalam simpatisan TPN/OPM di seluruh Yapen agar kembali ke NKRI dan menyerahkan diri secara sukarela. Tidak ada lagi alasan untuk memisahkan diri dari NKRI, karena bagi kita semua, NKRI adalah harga mati!” tegasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perdamaian dan stabilitas yang lebih baik di wilayah Papua, sekaligus memperkuat komitmen untuk membangun Papua Pegunungan dalam bingkai persatuan

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Korban Penganiayaan Berat di Dogiyai, Aipda Agus Sugianto Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk Penanganan Medis Lanjutan
Polda Papua Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pelayanan Humanis
Pengungkapan Jaringan Amunisi Ilegal di Mimika, Satgas Damai Cartenz Tangkap Tiga Orang dan Sita Puluhan Butir Tajam
KNPB Gelar Ibadah dan Mimbar Bebas di Wamena, Polres Jayawijaya Tegaskan Situasi Aman dan Terkendali
Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai
Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun
Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:52 WIT

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:20 WIT

Korban Penganiayaan Berat di Dogiyai, Aipda Agus Sugianto Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk Penanganan Medis Lanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:56 WIT

Polda Papua Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pelayanan Humanis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:46 WIT

Pengungkapan Jaringan Amunisi Ilegal di Mimika, Satgas Damai Cartenz Tangkap Tiga Orang dan Sita Puluhan Butir Tajam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:42 WIT

KNPB Gelar Ibadah dan Mimbar Bebas di Wamena, Polres Jayawijaya Tegaskan Situasi Aman dan Terkendali

Berita Terbaru