Daerah

Amankan Aksi Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme, 3 Anggota Polri Jadi Korban

JAYAPURA- Aksi keramaian yang dikoordinir oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme (FMRPAM) hari ini di Kota Jayapura yang dinyatakan mereka adalah aksi damai ternyata dinodai dengan pelemparan batu oleh massa aksi dan terjadi di dua titik yakni di Perumnas III Waena dan pertigaan Kampus USTJ Padang Bulan, Selasa (2/4) siang.

Hal tersebut diungkapkan Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol M.B.Y Hanafi, S.H., S.I.K., M.H selaku Pengendali Personel yang melakukan pengamanan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/4) malam.

Kabag Ops menerangkan, awalnya massa aksi yang tergelar di Perumnas III Waena dan Pertigaan USTJ memaksakan diri untuk menuju ke Kantor DPRP Papua, namun karena dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum personel yang melaksanakan pengamanan menghalangi kelompok massa tersebut.

“Massa aksi memaksakan untuk bergeser ke Kantor DPRP Papua namun karena dikhawatirkan mengganggu kelancaran ketertiban umum maka kami halangi dan menawarkan untuk memfasilitasi beberapa perwakilan saja yang dikawal ke tempat tujuan massa aksi,” ungkap Kabag Ops.

Lanjut diterangkan, sempat terjadi perselisihan dan perdebatan di dua titik tersebut, kemudian terjadi pelemparan batu oleh sebagian massa aksi. “Sesuai SOP, kami ambil tindakan tegas dan terukur dengan membubarkan massa aksi menggunakan flashball atau gas air mata,” tambahnya.

“Akibat dari pelemparan batu oleh massa aksi, dititik yang di pertigaan Kampus USTJ anggota dalmas kami 3 personel harus menjadi korban lemparan batu, bahkan salah satu diantarnya alami luka dibagian wajahnya tepatnya di bagian hidung sebelah kiri dan harus mendapatkan penanganan medis,” kata Kabag Ops.

Akibat dari pembubaran massa aksi, salah satu massa dari kelompok aksi juga alami luka akibat berdesakan saat dibubarkan menggunakan gas air mata oleh petugas. “Kami pihak Kepolisian memohon maaf atas kejadian tersebut, namun semua yang terjadinya tentunya tidak akan ada asap bila tak ada api,” ujar Kabag Ops.

Kompol Hanafi juga menyayangkan hingga harus jatuh korban, padahal diawal kegiatan koordinasi maupun komunikasi berjalan dengan baik, adanya etikad baik dari pihak massa aksi maupun personel yang lakukan pengamanan.

“Kemungkinan ada yang menyusupi dan bertujuan untuk jadi pemicu terjadinya pembubaran massa aksi secara paksa oleh petugas. Namun alhamdulilah puji tuhan semua masih bisa dikendalikan dan dikondisikan sehingga situasi massa aksi dapat berjalan aman dan lancar di satu titik di Gapura Uncen bawah hingga selesai pembacaan dan penyerahan permyataan sikap oleh koordinator massa aksi dan diterima langsung oleh Ketua Tim Pemantau Aktifitas HAM dan Penyuluhan Komnas HAM RI Perwakilan Papua Melchior S. Weruin, S.H dan Anggota Komisi I DPRP Papua Jhon Nassion Gobay.(*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

13 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

13 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

13 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

2 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

2 hari ago