NDUGA – Manajemen RSUD Elvrida Sara Kabupaten Nduga memberikan penjelasan terkait penyampaian aspirasi tenaga kesehatan dan staf rumah sakit mengenai pembayaran honorarium, uang lembur, serta tuntutan peningkatan honor.
Direktur RSUD Elvrida Sara, Dr. dr. Nataniel Imanuel Hadi, M.Kes, MARS, FISQua, mengatakan pihaknya menghargai aspirasi yang disampaikan para tenaga kesehatan dan staf. Menurutnya, manajemen rumah sakit terus berupaya mencari solusi agar hak-hak tenaga kesehatan dapat dipenuhi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Honor Mei–September Belum Terbayarkan
Nataniel menjelaskan, honorarium tenaga kesehatan dan staf untuk periode Mei hingga September 2026 hingga kini belum dapat direalisasikan.
Kondisi tersebut, kata dia, berkaitan dengan Dana Otsus yang menjadi salah satu sumber pembiayaan honor dan hingga saat ini belum masuk.
“Manajemen terus berupaya agar pembayaran honor dapat direalisasikan tepat waktu. Pada awal tahun 2026, kami bahkan telah mengupayakan pembayaran honor selama empat bulan sekaligus, yakni Januari sampai April 2026,” jelasnya pada 3 Oktober 2026
Ia menambahkan, pihak RSUD telah melakukan koordinasi dengan BPKAD Kabupaten Nduga, termasuk dengan Kabid Perbendaharaan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dari koordinasi tersebut, diperoleh informasi bahwa dana yang dibutuhkan masih belum masuk sehingga pembayaran honor staf belum dapat dilakukan.
Anggaran Lembur Belum Tersedia
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah pembayaran uang lembur.
Nataniel menerangkan bahwa anggaran lembur belum tersedia dalam DPA Induk RSUD Tahun Anggaran 2026. Karena itu, manajemen telah mengupayakan agar kebutuhan anggaran lembur dimasukkan dalam DPA Perubahan Tahun Anggaran 2026 sesuai mekanisme penganggaran daerah.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan karena manajemen RSUD mengabaikan hak tenaga kesehatan maupun staf, melainkan berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan prosedur penganggaran yang harus ditempuh pemerintah daerah.
Soal Kenaikan Honor Diserahkan kepada Pemkab
Mengenai tuntutan kenaikan honor, manajemen RSUD menyerahkan kebijakan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Nduga, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta ketentuan yang berlaku.
Nataniel menyebutkan, perhatian Pemkab Nduga terhadap tenaga kesehatan selama ini telah diwujudkan melalui pemberian honor yang dinilai cukup besar.
Sebagai contoh, honor dokter umum saat ini mencapai Rp35 juta per bulan.
Menurutnya, besaran tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap tenaga kesehatan yang bersedia bertugas dan memberikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga.
Lima Dokter Dikirim Pendidikan Spesialis
Di tengah persoalan honor dan keterbatasan tenaga medis, RSUD Elvrida Sara juga sedang menghadapi kekurangan dokter.
Nataniel mengungkapkan, lima dokter RSUD baru saja diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis. Program tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Nduga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah.
Saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu dokter pengganti untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan.
Manajemen Buka Ruang Dialog
Nataniel menegaskan, manajemen RSUD tidak menutup ruang dialog dengan tenaga kesehatan dan staf. Seluruh persoalan, mulai dari pembayaran honor, uang lembur hingga aspirasi peningkatan kesejahteraan, akan terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Nduga.
“Kami berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang baik, dengan tetap menempatkan keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Nduga sebagai prioritas bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta pengertian masyarakat karena RSUD Elvrida Sara memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga Nduga.
“RSUD Elvrida Sara tetap memiliki komitmen untuk melayani masyarakat Nduga,” tegasnya.
Manajemen rumah sakit pun memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga akan terus dilakukan guna mendapatkan solusi terbaik atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi.
Penulis : Gin
Editor : Buendi















