Pemkab Nduga Bentuk Satgas Kekeringan, Siapkan SK Darurat

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENYAM, NDUGA — Pemerintah Kabupaten Nduga di bawah kepemimpinan Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP., mengambil langkah strategis dalam menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan yang terjadi di wilayah Kabupaten Nduga. Salah satu langkah tersebut adalah menyusun dan menetapkan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kabupaten Nduga.

Pembentukan satuan tugas ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, OPD, aparat keamanan, serta pihak terkait dalam menghadapi dampak kekeringan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, distribusi logistik, kesehatan masyarakat, transportasi, serta kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Nduga menyiapkan payung hukum melalui SK Bupati tentang penetapan status atas kejadian musibah kekeringan berkepanjangan di Kabupaten Nduga. Selain itu, akan disiapkan SK Bupati tentang pembentukan Tim Penanggulangan dan Pengendalian Dampak Musibah Kekeringan di Kabupaten Nduga.

Langkah berikutnya adalah mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berdasarkan SK Bupati Nduga. Pengaktifan TPID menjadi bagian penting untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus memastikan distribusi pangan dan barang kebutuhan dasar tetap berjalan.

Dalam susunan satuan tugas, Bupati Nduga menjadi Pelindung/Penasehat, Ketua DPRK Nduga sebagai Pelindung/Penasehat, Sekretaris Daerah sebagai Penanggung Jawab, Asisten Setda Bidang Pemerintahan Umum dan Hukum sebagai Ketua, BPBD sebagai Ketua Harian, Bappeda sebagai Sekretaris, serta BPKAD sebagai Bendahara.

Satgas juga dilengkapi sejumlah bidang yang memiliki tugas sesuai dengan kebutuhan penanganan kekeringan. Bidang Ketahanan Pangan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai koordinator bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Koperasi, Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Perikanan.

Selanjutnya, Bidang Transportasi, Perlengkapan dan Distribusi Logistik dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kepala Distrik Krepkuri dan Kepala Distrik Kenyam.

Untuk penanganan dampak terhadap masyarakat, Bidang Kesehatan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sementara itu, Bidang Data, Informasi dan Layanan Pengadaan dikoordinasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Bidang ini melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Inspektorat, Satpol PP, Kodim 1706 Nduga, Polres Nduga, Bagian Humas dan Protokol, serta Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Sekretariat Daerah Kabupaten Nduga.

Bupati Yoas Beon menegaskan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat. Karena itu, seluruh OPD dan unsur terkait diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing serta bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan pembentukan Satgas tersebut, Pemerintah Kabupaten Nduga berkomitmen untuk memastikan penanganan kekeringan dilakukan secara terpadu, mulai dari penetapan status, penanganan dampak, pengamanan ketersediaan pangan, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, hingga pengendalian dampak ekonomi melalui TPID.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Nduga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemkab Nduga

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Nabire Tangkap Dua Pemuda, Amankan 104,57 Gram Ganja yang Dibawa dari Jayapura
Naik Jadi Tipe C, RSUD Tiom Akan Dibangun Gedung Empat Lantai Seluas 7.000 Meter Persegi, Jadi Simbol Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat Lanny Jaya
Polda Papua Tengah Catat 926 Kasus Konvensional dan 39 Kasus Transnasional, Evaluasi Triwulan III Jadi Dasar Perkuat Pencegahan Kejahatan
Polres Jayawijaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Bolakme, Cegah Konflik Antarkeluarga
Polri Tangkap Dua Anggota KKB Kodap XVI Yamue, Satu Tewas Ditembak Saat Melawan di Jalan Seradala Yahukimo
Polda Papua Tengah Gelar Kerja Bakti di GBI Samabusa, Wujud Kepedulian Polri Bangun Fasilitas Ibadah dan Pererat Silaturahmi
Tak Menyangka Jadi Kapolres Mimika Sehari, Tiga Anak Punya Cerita Istimewa
Wakil Bupati Mus Kogoya Tinjau Puskesmas Dondopaga, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pengemudi Ojek di Kulirik

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:02 WIT

Satresnarkoba Polres Nabire Tangkap Dua Pemuda, Amankan 104,57 Gram Ganja yang Dibawa dari Jayapura

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:46 WIT

Naik Jadi Tipe C, RSUD Tiom Akan Dibangun Gedung Empat Lantai Seluas 7.000 Meter Persegi, Jadi Simbol Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat Lanny Jaya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:51 WIT

Polda Papua Tengah Catat 926 Kasus Konvensional dan 39 Kasus Transnasional, Evaluasi Triwulan III Jadi Dasar Perkuat Pencegahan Kejahatan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIT

Polres Jayawijaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Bolakme, Cegah Konflik Antarkeluarga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIT

Polri Tangkap Dua Anggota KKB Kodap XVI Yamue, Satu Tewas Ditembak Saat Melawan di Jalan Seradala Yahukimo

Berita Terbaru