Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Gelar Lomba Noken hingga Cerdas Cermat, Warnai Hardiknas 2026

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 2 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan menggelar upacara di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan. Upacara tersebut diikuti oleh perwakilan peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai kabupaten.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serta organisasi perempuan seperti Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Pegunungan, Elai Giban, yang sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam keterangannya kepada awak media usai upacara, Elai Giban menyampaikan bahwa meskipun Provinsi Papua Pegunungan tergolong daerah otonomi baru yang baru berjalan kurang lebih tiga tahun, namun komitmen dalam memajukan sektor pendidikan terus ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam peringatan Hardiknas 2026.

“Hari ini menjadi momen penting bagi kita semua. Walaupun pelaksanaannya sederhana, tetapi penuh hikmat dan makna. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam rangkaian peringatan Hardiknas tahun ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan yang melibatkan delapan kabupaten. Kegiatan tersebut meliputi lomba cerdas cermat, lomba merajut noken, lomba pidato, serta berbagai aktivitas edukatif lainnya.


“Sebanyak tujuh kabupaten melaksanakan kegiatan secara daring (online), sementara satu kabupaten yaitu Kabupaten Jayawijaya melaksanakannya secara luring (tatap muka). Penilaian dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim juri dari kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Cenderawasih,” jelasnya.

Menurut Elai, kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem pendidikan di Papua Pegunungan. Ia mengapresiasi para guru dan tenaga pendidik yang telah membina siswa-siswi sehingga mampu menampilkan potensi terbaik mereka.

Lebih lanjut, Elai Giban menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjauhi hal-hal negatif dan lebih fokus pada proses belajar guna meningkatkan kualitas diri.


“Anak-anak kita harus siap menghadapi tantangan zaman, terutama di era digital saat ini. Kita harus mengubah pola pikir, fokus pada hal-hal positif, dan terus belajar agar dapat menjadi SDM unggul yang mampu bersaing, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tegasnya.

Ia juga berharap program-program prioritas nasional di bidang pendidikan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke daerah, termasuk di delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja PAUD/PO sekaligus Penelaah Teknis Kebijakan pada DPMP Provinsi Papua, Anelis Fairio, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Ia menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas pendidikan telah dilaksanakan melalui berbagai perlombaan yang digelar bersama Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah bersama-sama mewujudkan program prioritas nasional di bidang pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan terus ditingkatkan agar ke depan kualitas pendidikan di Papua Pegunungan semakin maju,” ujarnya.

Anelis juga menambahkan bahwa ajang-ajang kompetisi seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) menjadi wadah penting dalam mengembangkan potensi dan karakter peserta didik.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan, Simon Semobor, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hardiknas 2026 sesuai arahan Gubernur Papua Pegunungan.

“Kami melaksanakan anjangsana ke sejumlah sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SD, serta memberikan bantuan buku untuk mendukung proses belajar anak-anak. Selain itu, kami juga menyelenggarakan lomba cerdas cermat, lomba pidato, senam kreasi, dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan siswa dari delapan kabupaten,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua serta dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dari sejumlah perguruan tinggi.

Menurut Simon, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa, mendorong kreativitas, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga tengah mengembangkan program pendidikan jangka panjang, di antaranya pembangunan sekolah berkarakter sejak usia dini serta pendirian Global Training Center di kawasan Napua.

“Global Training Center ini akan menjadi tempat pembinaan bagi siswa-siswa terbaik, khususnya lulusan SMA peringkat 1 hingga 5, yang akan dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Hardiknas, Dinas Pendidikan bersama Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan juga melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam sekitar 100 pohon di sejumlah lokasi, termasuk di SMA Kristen Hom-hom dan kawasan Global Training Center.

“Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan bagi generasi muda,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Simon Semobor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan Hardiknas 2026, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, siswa, orang tua, hingga panitia pelaksana.

Peringatan **Hari Pendidikan Nasional 2026 di Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi semua pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta mendorong terwujudnya generasi emas Papua Pegunungan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Tujuh Sekolah Dasar Gelar Ujian Bersama di SD Negeri Mulia
Penegakan Hukum Terukur: Satgas Cartenz Ungkap Fakta Baru KKB Yahukimo
Kapolda Papua Tengah Tinjau Polsek Tembagapura, Pastikan Keamanan Obvitnas Freeport Terjaga
Polda Papua Tengah Tutup Diksar Satpam Gada Pratama PT Prima Karya Sarana Sejahtera
Yan Mandenas Kritik Penanganan Keamanan di Papua, Desak Menteri HAM Turun Langsung
Yan Mandenas Kunjungi Lapas Nabire, Dorong Perbaikan Fasilitas dan Sistem Keamanan
Tak Ada Toleransi: ANS Lalai Akan Ditindak Tegas!
Peringati Hardiknas, Guru Adalah Garda Terdepan Cetak Generasi Penerus Puncak Jaya

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:04 WIT

Penegakan Hukum Terukur: Satgas Cartenz Ungkap Fakta Baru KKB Yahukimo

Senin, 4 Mei 2026 - 17:47 WIT

Kapolda Papua Tengah Tinjau Polsek Tembagapura, Pastikan Keamanan Obvitnas Freeport Terjaga

Senin, 4 Mei 2026 - 17:31 WIT

Polda Papua Tengah Tutup Diksar Satpam Gada Pratama PT Prima Karya Sarana Sejahtera

Senin, 4 Mei 2026 - 17:18 WIT

Yan Mandenas Kritik Penanganan Keamanan di Papua, Desak Menteri HAM Turun Langsung

Senin, 4 Mei 2026 - 14:53 WIT

Yan Mandenas Kunjungi Lapas Nabire, Dorong Perbaikan Fasilitas dan Sistem Keamanan

Berita Terbaru

Uncategorized

Empat SMP di Puncak Jaya Gelar Ujian Nasional Bersama di Mulia

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:22 WIT