Wamena, 29 April 2026 — Setelah melalui rangkaian pembahasan intensif selama tiga hari, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2027 resmi ditutup, menandai komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Manogar Sirat, di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini telah berlangsung sejak 27 hingga 29 April 2026.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Manogar Sirat, disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Gubernur menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat serta merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Selama beberapa hari ini kita telah berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menyatukan pikiran untuk menentukan masa depan Papua Pegunungan. Setiap masukan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari DPRD, pemerintah kabupaten, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas.
Dalam arahannya, sejumlah prioritas pembangunan kembali ditegaskan, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik dan air bersih, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik juga menjadi sorotan. Gubernur meminta agar hasil Musrenbang tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita ingin pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus mampu menerjemahkan hasil Musrenbang ini menjadi program yang tepat sasaran,” tegasnya.
Gubernur turut mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan dalam mendukung proses pembangunan.
“Perbedaan adalah kekuatan kita. Mari kita bangun Papua Pegunungan dengan semangat persaudaraan, damai, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Musrenbang RKPD dan Musrenbang Otsus Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2027 secara resmi ditutup.
Sementara itu, Plt. Kepala Bapperida Provinsi Papua Pegunungan, Marthen Kogoya, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini merupakan yang kedua pada masa pemerintahan definitif di bawah kepemimpinan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol.
Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang kali ini menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta, baik dari pemerintah provinsi, delapan kabupaten, maupun pemangku kepentingan dari instansi vertikal.
“Partisipasi peserta sangat luar biasa, terlihat dari kehadiran sejak pembukaan, pembahasan desk hingga penutupan. Ini menunjukkan semangat bersama untuk membangun Papua Pegunungan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa visi besar pembangunan Papua Pegunungan, yakni “Papua Bersinar: Berdaya Saing, Sinergis, Aman, Nyaman, dan Sejahtera”, menjadi arah utama dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Sejumlah prioritas pembangunan yang dibahas meliputi pengembangan sumber daya manusia, peningkatan konektivitas wilayah, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Namun demikian, Marthen mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada pelaksanaan program pembangunan. Sejumlah program harus disesuaikan dengan kondisi fiskal yang terbatas, terutama yang bersumber dari dana Otsus.
“Dengan kondisi anggaran yang minim pasca efisiensi, maka dilakukan penyesuaian dengan memprioritaskan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi juga mendorong pemerintah kabupaten untuk lebih selektif dalam menentukan program prioritas, agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten, guna mewujudkan pembangunan Papua Pegunungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















