Polemik Honorer K2: 600 Nama Lama Diminta Kembali Diakomodir Pemerintah Jayawijaya

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 24 Februari 2026 – Polemik penerimaan honorer K2 di Kabupaten Jayawijaya berujung pada aksi pemalangan di SD Inpres Muliama. Sejumlah guru honorer yang telah mengabdi antara 11 hingga 22 tahun menutup aktivitas sekolah sebagai bentuk protes atas proses rekrutmen yang dinilai tidak terbuka dan tidak berpihak kepada honorer lama.

Aksi tersebut menjadi sorotan setelah video berdurasi 4 menit 5 detik beredar luas di berbagai WhatsApp Group (WAG) pada Selasa (24/2/2026). Dalam rekaman itu, para guru meminta pemerintah daerah turun langsung ke sekolah untuk mendengar aspirasi mereka dan memberikan kepastian status.

Koordinator Honorer K2 Kabupaten Jayawijaya, Yeremias Kossay, menilai persoalan ini dipicu oleh mekanisme pengusulan nama honorer yang dilakukan secara tertutup oleh Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jayawijaya bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Faktor utama soal pemalangan sekolah (SD Inpres Muliama) itu terjadi karena pihak BKDPSDM dan pimpinan OPD secara tertutup melakukan usulan nama tenaga honorer, akhirnya terjadi begitu,” ujar Yeremias.

Ia menegaskan, jika proses dilakukan secara terbuka dan seluruh honorer diberi kesempatan melengkapi berkas, situasi ini tidak perlu terjadi.

“Kalau pihak BKDPSDM dan pimpinan setiap OPD bermain secara diam-diam, berarti ada indikasi kepentingan orang dalam. Bukan orang yang honorer dari 2015 sampai 2021 yang diakomodir, tetapi yang baru kerja setahun juga bisa ikut diakomodir,” tegasnya.

Yeremias juga menekankan bahwa proses perekrutan harus mengacu pada bukti administrasi yang jelas, seperti Surat Keputusan (SK) pengangkatan serta bukti pembayaran honor sejak 2015 hingga Agustus 2021. Ia menyinggung sekitar 600 nama honorer yang sebelumnya telah diumumkan pejabat lama dan dinilai memenuhi syarat untuk kembali diakomodasi.

“Enam ratus orang yang sudah diumumkan oleh pejabat lama itu benar-benar honorer yang memiliki SK pengangkatan dan bukti pembayaran honor terhitung dari tahun 2015–2021, wajib diakomodir kembali oleh pimpinan pemerintahan saat ini,” ujarnya.

Selain itu, Yeremias mengingatkan agar persoalan K2 tidak dipandang dari sudut kepentingan politik semata. Menurutnya, rekrutmen honorer harus dilihat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan sumber daya manusia asli daerah.

“K2 jangan dinilai secara politik, tetapi harus dilihat dari adanya anak-anak daerah yang saat ini harus diberdayakan. Jangan sampai mereka menjadi korban,” tandasnya.

Dalam video yang beredar, salah satu guru menyampaikan harapan agar Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya turun langsung ke SD Inpres Muliama untuk berdialog dengan para honorer. Mereka menyatakan sekolah akan kembali dibuka apabila ada langkah nyata dan kejelasan dari pemerintah.

Menyikapi potensi gesekan sosial pascapengumuman K2, Yeremias meminta pemerintah kabupaten menarik kembali data usulan yang telah diajukan dan melakukan revisi berkas honorer di setiap OPD secara terbuka dan transparan, guna memastikan proses berjalan adil serta menjaga stabilitas pelayanan pendidikan di Jayawijaya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polres Nduga Gelar Pembinaan Mental dan Rohani, Personel Didorong Perkuat Iman dan Integritas dalam Melayani Masyarakat
Seleksi PAG dan SBP Polri 2026 Dimulai, Peserta di Papua Tengah Teken Pakta Integritas untuk Proses Bersih, Transparan, dan Akuntabel
Kapolda Papua Tengah Kirim 43 Jenis Obat dan Vitamin ke Beoga, Wujudkan Kepedulian terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pedalaman
Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah
BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat
Gubernur John Tabo Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Dari BPN Jayawijaya
Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan
Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Polres Nduga Gelar Pembinaan Mental dan Rohani, Personel Didorong Perkuat Iman dan Integritas dalam Melayani Masyarakat

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIT

Seleksi PAG dan SBP Polri 2026 Dimulai, Peserta di Papua Tengah Teken Pakta Integritas untuk Proses Bersih, Transparan, dan Akuntabel

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIT

Kapolda Papua Tengah Kirim 43 Jenis Obat dan Vitamin ke Beoga, Wujudkan Kepedulian terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pedalaman

Kamis, 24 September 2026 - 06:20 WIT

Pemerintah Papua Pegunungan Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 06:09 WIT

BTM Kukuhkan PAC PDI Perjuangan Jayapura, Ingatkan SK Adalah Mandat untuk Bekerja dan Melayani Rakyat

Berita Terbaru