Serui, Kepulauan Yapen — Upaya pencarian 17 korban hilang dalam tragedi kecelakaan speedboat di perairan Waindu, Distrik Raimbawi, terus dikebut. Sabtu malam (27/12/2025), Kapal KN SAR 243 milik Basarnas Biak resmi bersandar di Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne Serui untuk memperkuat operasi pencarian yang telah memasuki hari keempat.
Kedatangan kapal ini membawa misi penting: menambah alat utama (alut), logistik, serta personel guna memperluas jangkauan pencarian di medan laut yang dikenal ganas dan menantang.
“Kami merapat ke Serui untuk memastikan seluruh kebutuhan operasi terpenuhi, mulai dari bahan bakar, logistik tim, hingga tambahan personel yang akan difokuskan pada penyisiran area Waindu,” ujar Kapten KN SAR 243, Stepanus Fat Reski, di dermaga Pelabuhan Serui.
Tragedi di Malam Natal
Insiden memilukan ini terjadi pada Rabu malam, 24 Desember 2025, saat sebuah speedboat yang mengangkut 21 penumpang dari Serui menuju Kampung Waindu dihantam gelombang tinggi dan angin kencang. Akibatnya, kapal bocor dan seluruh penumpang terjebak di laut.
Sejak laporan diterima pada 25 Desember, tim SAR langsung bergerak cepat. Namun, hingga hari keempat pencarian, baru empat korban berhasil ditemukan—tiga selamat dan satu dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal yang berhasil diidentifikasi adalah Sarah Injoroweri, seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Jenazahnya ditemukan pada Sabtu (27/12) dan telah dimakamkan di kampung halamannya di Waindu.
Daftar Korban
Selamat:
– Usman Asis (L), 37 tahun
– Santi Rontini (P), 26 tahun
– Hengki Injoroweri (L), 40 tahun
Ditemukan Meninggal Dunia:
– Sarah Injoroweri (P), 12 tahun
Masih Dalam Pencarian (17 Orang):
Termasuk di antaranya balita, anak-anak, dan lansia dari keluarga besar Injoroweri serta warga lainnya seperti Yakoba Swom dan Arius Mabui.
Fokus Pencarian dan Harapan Baru
Setelah pengisian logistik dan koordinasi dengan pos SAR setempat, KN SAR 243 dijadwalkan segera bertolak ke titik pencarian di perairan Waindu. Kapal ini akan berpangkalan sementara di Pelabuhan Dawai untuk mempercepat respons dan mobilisasi tim.
Basarnas menegaskan bahwa pencarian akan terus diperluas mengikuti arah arus laut dan angin dominan. Selain kapal utama, operasi ini juga melibatkan perahu karet dan dukungan dari masyarakat setempat.
“Kami berharap dengan tambahan kekuatan ini, pencarian bisa lebih efektif dan korban segera ditemukan,” tambah Kapten Stepanus.
Imbauan untuk Masyarakat
Basarnas mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir atau yang beraktivitas di laut untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melapor ke pos keamanan terdekat jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di wilayah perairan yang rawan cuaca buruk. Doa dan harapan terus mengalir agar 17 korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dan keluarga mereka mendapatkan kepastian.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















