Gubernur Papua Pegunungan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Distrik Dal dan Mebrok

- Penulis

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Papua Pegunungan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Nduga: “Kami Datang Karena Merasa Satu Keluarga”

WAMENA, 3 November 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana banjir dan longsor yang melanda Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, dengan menyalurkan bantuan bahan makanan dan perlengkapan darurat kepada keluarga terdampak.

Bencana yang terjadi pada 1 November 2025 di aliran Sungai Yuguru telah menghanyutkan 23 warga, terdiri dari 15 orang di Distrik Dal dan 8 orang di Distrik Mebrok, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, SH, M.AP, di dua titik pengungsian yakni Ilekma dan Pintas, Wamena, pada Senin (3/11).

“Ini adalah bentuk kepedulian dan bantuan kemanusiaan dari Bapak Gubernur Papua Pegunungan yang kami salurkan melalui dinas,” ujar Yanius saat menyerahkan bantuan.

Bantuan yang disalurkan meliputi:
– 4 ton beras
– 50 karton mi instan
– 6 unit tenda
– 250 kilogram gula pasir
– Minyak goreng

Sebagian bantuan akan dikirim langsung ke Distrik Dal, sementara sisanya disalurkan ke Distrik Mebrok melalui jalur akses Kuyawagi.

“Kami datang karena merasa satu keluarga. Dalam suasana duka ini, kami hadir untuk saling menguatkan,” tambah Yanius.

Pemerintah provinsi juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa warga Nduga. Status kejadian ini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan membutuhkan perhatian dari seluruh pihak, termasuk delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.

Informasi mengenai korban di Distrik Mebrok baru diterima beberapa hari setelah kejadian melalui jaringan SSB, mengingat keterbatasan akses komunikasi di wilayah tersebut.

Mewakili keluarga korban, Obet Gwijangge menyampaikan harapan agar pemerintah terus hadir mendampingi warga yang sedang berduka.

“Duka ini tidak akan selesai dalam waktu dekat, mungkin sampai Desember. Karena itu, kami mohon agar kami terus diperhatikan,” ungkapnya penuh harap

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

PGRI Kota Jayapura Serahkan Bantuan Seragam, Sembako, dan Uang Tunai kepada Enam Guru Korban Kebakaran di Mandala Dok V Bawah
Bapperida Puncak Jaya Raih Juara II Tingkat Provinsi Papua Tengah dalam Evaluasi DTSEN, Stunting, dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem
Meriahkan HUT ke‑4, TP PKK Mamberamo Tengah Gelar Jalan Sehat Bersama ASN, TNI‑POLRI, Pelajar, dan Masyarakat
Komnas HAM Fasilitasi Kepulangan 18 Warga Imsun, Akhiri Bertahun-Tahun Hidup dalam Pengungsian Akibat Konflik Bersenjata di Aifat Selatan
Wakil Bupati Mus Kogoya Buka Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko, Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pelaku Usaha
Dari Pakta Integritas hingga Pesan Kebersamaan, Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kota Jayapura Jadi Momentum Memperkuat Peran Guru di Lima Distrik
Polres Deiyai Bersama Brimob BKO Wujudkan Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih-Bersih Pasar, Lapangan, dan Rumah Ibadah di Waghete
Sekda Mamberamo Tengah Tegaskan Pancasila Jadi Pedoman ASN dalam Melayani Masyarakat dan Menjaga Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:46 WIT

PGRI Kota Jayapura Serahkan Bantuan Seragam, Sembako, dan Uang Tunai kepada Enam Guru Korban Kebakaran di Mandala Dok V Bawah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:35 WIT

Bapperida Puncak Jaya Raih Juara II Tingkat Provinsi Papua Tengah dalam Evaluasi DTSEN, Stunting, dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:03 WIT

Meriahkan HUT ke‑4, TP PKK Mamberamo Tengah Gelar Jalan Sehat Bersama ASN, TNI‑POLRI, Pelajar, dan Masyarakat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35 WIT

Komnas HAM Fasilitasi Kepulangan 18 Warga Imsun, Akhiri Bertahun-Tahun Hidup dalam Pengungsian Akibat Konflik Bersenjata di Aifat Selatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:25 WIT

Wakil Bupati Mus Kogoya Buka Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko, Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pelaku Usaha

Berita Terbaru