Kabupaten Puncak Jaya Raih Juara II dalam Evaluasi Program Penurunan Stunting

- Penulis

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, (11 /09/2025)— Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi melaksanakan kegiatan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, yang berlangsung selama dua hari di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

‎Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah Papua Tengah. Ia mengangkat filosofi lokal “satu tungku, tiga batu” sebagai simbol kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam menangani isu stunting secara menyeluruh.

‎”Kalau ibu hamil gizinya buruk, anak yang lahir juga tidak sehat. Tetapi kalau gizinya baik, maka anak akan lahir dengan baik pula,” ujar Wakil Gubernur dalam pidatonya.

‎Wakil Gubernur juga menginstruksikan agar sosialisasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau gereja, masjid, dan ruang publik lainnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada kebersamaan dan konsistensi lintas sektor.

‎Dalam pengumuman hasil penilaian, Kabupaten Puncak Jaya berhasil meraih Juara II, mengungguli lima kabupaten lainnya dan hanya berada satu peringkat di bawah Kabupaten Nabire sebagai Juara I. Kabupaten Mimika menempati posisi Juara III dari 8 kabupaten.

‎Menanggapi pencapaian tersebut, Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., MM., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran tim stunting Kabupaten Puncak Jaya yang telah bekerja keras dan menunjukkan komitmen nyata dalam upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.

‎”Saya bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Juara II bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa kerja keras, koordinasi lintas sektor, dan pendekatan berbasis masyarakat telah membuahkan hasil. Ini adalah langkah awal, dan kita harus terus bergerak maju,” ujar Bupati Yuni.

‎Beliau juga menekankan bahwa penanganan stunting akan menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah, dengan fokus pada intervensi gizi, edukasi keluarga, dan penguatan layanan kesehatan di distrik-distrik terpencil.

‎“Stunting bukan hanya soal angka, tapi soal masa depan anak-anak kita. Saya minta seluruh OPD, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk terus bersinergi. Kita harus pastikan bahwa anak-anak Puncak Jaya tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” tambahnya.

‎Yuni Wonda juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya akan segera menindaklanjuti hasil evaluasi dengan memperkuat program konvergensi di tingkat distrik, serta memperluas sosialisasi melalui sekolah, rumah ibadah, dan komunitas lokal.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru