Beras Murah, Harapan Besar: Warga Jakarta Barat Terbantu Program Pupuk Indonesia

- Penulis

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 8 September 2025 — Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, PT Pupuk Indonesia (Persero) membawa angin segar bagi masyarakat Jakarta Barat. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), perusahaan menyalurkan 2.574 paket beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang berlangsung dari 8 hingga 19 September 2025 di lapangan parkir kantor pusatnya.

Bukan hanya angka, tapi cerita di balik distribusi beras ini yang menyentuh hati. Fahmi, warga Kemanggisan, menyebut program ini sebagai penyelamat. “Harga beras makin tinggi, tapi lewat program ini kami bisa beli dengan harga murah. Terima kasih Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Burhanudin, pengemudi ojek online, juga merasakan manfaat langsung. “Kami sangat terbantu. Program ini benar-benar meringankan beban dapur,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2025, sekaligus wujud nyata komitmen perusahaan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Seremoni simbolis dilakukan oleh Komisaris Utama Sudaryono dan Direktur Utama Rahmad Pribadi, yang menyerahkan voucher beras kepada masyarakat.

Dengan voucher tersebut, warga dan tenaga outsourcing dapat menebus paket beras 5 kg hanya seharga Rp 30.000, jauh di bawah HET Rp 62.500. “Kami ingin inovasi ini berdampak langsung pada masyarakat. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal kebermanfaatan,” ujar Rahmad.

Pupuk Indonesia menjadi bagian dari sinergi besar bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, TNI, Polri, Perum Bulog, dan lainnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Setiap bulir beras yang kami bagikan adalah simbol kepedulian. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri,” tutup Rahmad.

Sebagai bagian dari target nasional, pemerintah menggelontorkan 43.665 ton beras SPHP dari total 1,3 juta ton yang akan disalurkan hingga Desember 2025. Dan di Jakarta Barat, harapan itu kini hadir dalam bentuk sederhana: satu kantong beras, satu senyum lega.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru