“Wamena Adalah Jantung Papua” Seruan Spiritualitas Fransina Daby dalam Rekonsiliasi Jayawijaya

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 31 Juli 2025 — Dalam suasana hening yang sarat makna, Kabupaten Jayawijaya menggelar tradisi doa dan puasa serentak dari rumah sebagai bagian dari gerakan spiritual menuju visi besar Wamena: Damai, Aman, Nyaman, dan Indah (DANI). Rekonsiliasi yang sedang berlangsung diharapkan bukan sekadar simbol, melainkan titik mula pemulihan sosial dan spiritual seluruh Papua Pegunungan.

Anggota DPR Papua Pegunungan, Fransina Daby, tampil sebagai suara harapan dalam kegiatan ini. Dalam orasinya, ia menyerukan agar masyarakat menjadikan rekonsiliasi sebagai pintu masuk menuju pertobatan dan transformasi sosial.

“Wamena bukan sekadar kota. Wamena adalah jantung Papua. Jika jantung ini berdetak dalam pertobatan dan perubahan, maka nadi seluruh Papua Pegunungan akan berdenyut dalam pemulihan,” ujarnya, penuh semangat.

Mengutip Yeremia 29:7, Fransina mengajak masyarakat berdoa bagi kota mereka sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan cinta terhadap tanah kelahiran. Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Jayawijaya, yang disebutnya telah memimpin dengan kasih dan inspirasi.

“Semoga niat baik demi kota Wamena yang tercinta bisa kita dukung bersama. Saya berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin yang menguatkan persatuan dan spiritualitas,” tutupnya.

Rekonsiliasi ini bukan hanya refleksi rohani, tetapi juga momentum untuk membangun kembali kepercayaan dan persatuan lintas komunitas. Di tengah tantangan yang dihadapi Papua Pegunungan, suara damai dari Wamena diharapkan menjadi gema pemulihan bagi seluruh wilayah.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru