Jayawijaya, Papua Pegunungan — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyiapkan gebrakan budaya dan ekonomi kreatif lewat perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem. Festival ikonik ini akan digelar pada 7–9 Agustus 2025 dan berpuncak pada tanggal 11 Agustus di pusat kota Wamena.
Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, menegaskan semangat inklusif dan kolaboratif dalam pelaksanaan festival tahun ini. “Kami ingin festival ini berbeda. Semua pemangku kepentingan harus turut berperan aktif, mulai dari kementerian, media nasional, hingga internasional. Ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujar beliau dalam arahannya, Sabtu (20/7).
Tujuan Festival:
– Meningkatkan daya tarik pariwisata Jayawijaya
– Mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM
– Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta budaya lokal
Untuk mendukung kelancaran acara, Bupati meminta kesiapan maksimal dari sektor transportasi:
– Dinas Perhubungan Udara diminta menjaga kelancaran penerbangan tanpa kendala teknis.
– Dinas Perhubungan Darat diminta menghadirkan armada transportasi yang layak dan nyaman.
Di sisi ekonomi kreatif, pelaku UMKM akan menampilkan:
– Hasil bumi lokal
– Kerajinan tangan khas Mama-mama Jayawijaya
– Kuliner otentik Papua Pegunungan
Komunitas budaya dari berbagai daerah akan turut ambil bagian dalam pentas kesenian puncak festival. Paguyuban lintas etnis dan generasi akan menampilkan kekayaan budaya masing-masing, menjadikan festival ini panggung keberagaman yang menggembirakan.
Koordinasi teknis dan publikasi akan ditangani oleh Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata, demi memastikan penyelenggaraan acara berjalan meriah, tertib, dan berdampak luas.
Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan pesan mendalam:
“Mari jadikan festival ini rumah bersama, tempat anak-anak merasa bangga menjadi bagian dari Wamena. Tempat wisatawan ingin kembali, untuk mengenal dan mencintai tanah Papua.”
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemda Jayawijaya















