Tanah Adat Tak Diurus, Kantor BPN Jayawijaya Dikepung Pasir dan Palang

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena – Masyarakat Adat Lakukan Pemalangan Kantor BPN Jayawijaya Karena tidak mendapat tanggapan atas tuntutan mereka, masyarakat adat kembali melakukan aksi pemalangan dan penimbunan pasir di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (10/7/2025) sore.

Perwakilan masyarakat adat, Yakobus Kosay, menegaskan aksi ini akan terus berlangsung hingga Kepala BPN Jayawijaya memberikan kejelasan terkait penerbitan sertifikat atas tanah adat mereka.

“Kami sudah berusaha menghubungi pihak BPN sejak 1 Juli, tapi tidak ada respons. Karena itu, pemalangan ini dilakukan kembali setelah palang yang sebelumnya dipasang dibuka secara sepihak tadi malam,” ujar Yakobus.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Wamena, Lambert Lagoan, turut menyuarakan dukungan terhadap tuntutan tersebut. Ia menegaskan bahwa tanah adat yang dipermasalahkan telah dikembalikan kepada ahli waris berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK).

“Kami tahu persis siapa ahli waris tanah adat di sini, dan kami mendukung Yakobus untuk mendapatkan haknya. Jangan BPN berputar-putar dengan alasan yang tidak jelas,” tegas Lambert.

Ia menambahkan, pelepasan tanah oleh Yakobus telah diakui secara sah menurut adat, sehingga seharusnya tidak ada alasan untuk menunda penerbitan sertifikat oleh BPN.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian
Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis
Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni
Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:24 WIT

Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian

Senin, 25 Mei 2026 - 18:27 WIT

Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:04 WIT

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Berita Terbaru