Minimnya Tenaga Medis dan Sekolah Terbengkalai, DPRK Jayawijaya Desak Pemerintah Bertindak

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayawijaya, 6 Mei 2025 – Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya, Agus Logo, mengungkap berbagai permasalahan serius dalam sektor kesehatan dan pendidikan yang semakin memburuk akibat efisiensi anggaran. Dalam Hearing DPRK , ia menyoroti minimnya tenaga medis , fasilitas kesehatan yang tidak layak , serta bangunan sekolah yang terbengkalai akibat keterbatasan dana.

Komisi C menemukan bahwa fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayawijaya tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan. Gedung baru yang telah dibangun masih bocor saat hujan , memaksa petugas memindahkan pasien ke tempat yang lebih kering. Selain itu, kamar mandi pasien tidak berfungsi dengan baik , serta stok obat-obatan yang telah kadaluwarsa masih tersimpan di gudang. Agus Logo menegaskan perlunya mekanisme distribusi obat setiap tiga bulan agar stok obat tidak terbuang percuma.

Selain permasalahan di sektor kesehatan, ia juga menyoroti kondisi pendidikan yang mengkhawatirkan. SMK Yasores masih menghadapi kendala pembangunan yang belum selesai, meskipun anggaran telah dialokasikan. Kontraktor yang tidak menyelesaikan proyek menyebabkan fasilitas sekolah terbengkalai , dengan kondisi kursi, meja, dan kaca yang rusak. Agus Logo mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan pembangunan sekolah ini.

Kondisi Puskesmas Wesaput juga menjadi perhatian , dengan ruang yang terlalu sempit sehingga pegawai harus berbagi tempat. Selain itu, jumlah tenaga medis yang tidak mencukupi semakin memperburuk layanan kesehatan. Agus Logo menekankan bahwa efisiensi anggaran telah mengakibatkan pemutusan tenaga honorer , khususnya tenaga medis dan guru, sehingga sektor ini semakin terpuruk. Ia meminta pemerintah untuk segera mengaktifkan kembali tenaga honorer agar layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan.

Sebagai solusi, Komisi C DPRK Jayawijaya mengusulkan kerja sama dengan berbagai pihak , termasuk perusahaan besar seperti PT. Freeport , untuk mendukung anggaran di sektor kesehatan dan pendidikan. Selain itu, ia mengajak kabupaten-kabupaten di Papua Pegunungan untuk bersatu dan berdiskusi dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam mencari solusi atas keterbatasan anggaran.

Dengan temuan ini, DPRK Jayawijaya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna memastikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Langkah proaktif dari seluruh pihak diharapkan dapat segera mengatasi krisis ini dan mewujudkan sistem pelayanan yang lebih layak dan berkeadilan

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai
Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun
Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan
Polda Papua Tengah Kirim Tim Ditreskrimum Perkuat Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Anggota Polsek Kamuu di Dogiyai
KemenPANRB Gelar Evaluasi Pemerintah Digital di Jayapura, Dorong Papua Pegunungan dan Papua Tengah Perkuat Transformasi Layanan Publik
Rakor Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Papua Pegunungan Siapkan Program Pembangunan 2.200 Rumah untuk Masyarakat
Pemprov Papua Pegunungan Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp489,8 Miliar dan Belanja Tembus Rp1,95 Triliun
Pelindo Regional 4 Jayapura Gelar Sosialisasi Peralihan Nota Jasa Kepelabuhanan, Dorong Integrasi Layanan dan Kemudahan Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:15 WIT

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai

Rabu, 30 September 2026 - 14:50 WIT

Pengembangan Jaringan Senjata Ilegal Berlanjut, Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 13:53 WIT

Bincang Bareng Media di Jayapura, OJK Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi Keuangan dan Stabilitas Industri Jasa Keuangan

Rabu, 30 September 2026 - 13:28 WIT

Polda Papua Tengah Kirim Tim Ditreskrimum Perkuat Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Anggota Polsek Kamuu di Dogiyai

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIT

KemenPANRB Gelar Evaluasi Pemerintah Digital di Jayapura, Dorong Papua Pegunungan dan Papua Tengah Perkuat Transformasi Layanan Publik

Berita Terbaru