Daerah

62 Pasangan Resmi Ikut Perkawinan Massal Puncak Jaya

Mulia, 8 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melaksanakan Perkawinan Massal Wilayah I yang dirangkaikan dengan pelepasan Tim Percepatan Penerbitan Administrasi Kependudukan ke Wilayah II Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Sasana Kaonak tersebut dihadiri Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., pimpinan DPRK, Wakil Bupati, Kapolres Puncak Jaya, Dandim 1714/Puncak Jaya, PLH Sekretaris Daerah, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, pimpinan denominasi gereja dan masjid, tokoh masyarakat, para pasangan pengantin, serta tamu undangan.

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Puncak Jaya, Edi Kusman, S.STP., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pelayanan pencatatan sipil dan pemenuhan dokumen administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Edi Kusman menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan berlandaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Peraturan Daerah Kabupaten Puncak Jaya Nomor 1 Tahun 2026 tentang APBD Tahun Anggaran 2026, serta Keputusan Bupati Puncak Jaya Nomor 100.3.3.2/48/PTS/GARDEN tanggal 6 April 2026 tentang pembentukan panitia kegiatan peningkatan pelayanan pencatatan sipil Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2026.

“Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan percepatan pencatatan sipil serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu dalam pemenuhan dokumen administrasi kependudukan masyarakat,” ujar Edi Kuman.

Ia menyampaikan bahwa sebanyak 69 pasangan telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pencatatan perkawinan. Dari jumlah tersebut, 62 pasangan mengikuti prosesi perkawinan massal pada hari ini, sementara tujuh pasangan lainnya akan dijadwalkan untuk mengikuti pencatatan perkawinan pada kesempatan berikutnya.

Dalam pelaksanaan proses pencatatan perkawinan, Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Agustinus, bersama Kepala Seksi Perkawinan dan Pencatatan Sipil, Lismawati, turut menjalankan tugas sesuai dengan bidang masing-masing untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan dan pencatatan perkawinan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.

Kepala Seksi Perkawinan dan Pencatatan Sipil, Lismawati, membacakan ketentuan pokok Undang-Undang Perkawinan di hadapan para pasangan pengantin. Pembacaan tersebut menjadi bagian penting sebelum proses pernyataan dan pencatatan perkawinan dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Agustinus, bertugas dalam proses pencatatan dan pengesahan administrasi perkawinan bersama jajaran Dinas Dukcapil.

Setelah para pasangan menyatakan kesediaannya untuk melangsungkan perkawinan secara sadar, jujur dan tanpa paksaan, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara perkawinan serta penyerahan akta perkawinan kepada perwakilan pasangan pengantin.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan yang telah melangsungkan perkawinan secara resmi.

Menurut Bupati, perkawinan massal bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap status perkawinan sekaligus memperkuat tertib administrasi kependudukan masyarakat.

“Perkawinan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga, latar belakang dan kebiasaan. Karena itu, rumah tangga harus dibangun dengan kasih sayang, kesetiaan, komunikasi, tanggung jawab dan saling menghormati,” ungkap Bupati.

Bupati berpesan kepada seluruh pasangan agar menjaga keharmonisan rumah tangga, menyelesaikan setiap perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah, serta menghindari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

“Suami dan istri bukanlah lawan, tetapi pasangan yang berjalan bersama dalam suka dan duka. Keluarga yang kuat bukan keluarga yang bebas dari masalah, tetapi keluarga yang mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah bersama-sama,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya membangun keluarga berdasarkan nilai agama, moral dan adat yang baik. Keluarga, menurutnya, merupakan tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab dan kehidupan bermasyarakat.

Bupati juga mengingatkan seluruh pasangan yang telah mengikuti perkawinan massal agar segera menindaklanjuti dengan pengurusan dokumen kependudukan keluarga, termasuk Kartu Keluarga dan dokumen administrasi lainnya.

“Mulai dari kelahiran, perkawinan sampai dengan kematian harus tercatat dalam administrasi pemerintah. Dokumen kependudukan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan identitas warga negara dan bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dibiayai melalui DPA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Puncak Jaya Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara perkawinan, penyerahan akta perkawinan kepada perwakilan pasangan pengantin, foto bersama, serta pelepasan Tim Percepatan Administrasi Kependudukan menuju Wilayah II Kabupaten Puncak Jaya.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan administrasi kependudukan agar seluruh masyarakat memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, cepat, tertib dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

30 Personel Dukcapil Jemput Bola Layani Administrasi di Distrik Ilu

Mulia, 8 September 2026 — Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., secara resmi…

21 menit ago

ATR/BPN Sosialisasi Layanan Baru, Nusron Tekankan Kolaborasi

Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengumpulkan jajaran…

6 jam ago

Kapolda Papua Tengah Turunkan Tim Khusus Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda

Paniai — Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menurunkan tim yang di pimpin Dirreskrimum…

19 jam ago

Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN, Menteri ATR/BPN Dorong SDM Profesional dan Berintegritas

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 568…

22 jam ago

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya…

23 jam ago

Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong perpustakaan di daerah itu bertransformasi…

23 jam ago