Daerah

25 Gerobak hingga 20 Rumah Penjemuran, Pemkab Lanny Jaya Tegaskan Komitmen Perkuat Fondasi Ekonomi Kopi dari Kampung ke Kota

TIOM, 7 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus memperkuat sektor perkebunan kopi sebagai salah satu fondasi ekonomi masyarakat. Komitmen itu ditunjukkan Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. saat menyerahkan bantuan alat produksi pertanian dan bibit kopi kepada petani di Distrik Tiom, Rabu (7/10/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lanny Jaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, memperluas pengembangan komoditas kopi, sekaligus memperkuat pemberdayaan petani.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, Bupati Aletinus juga turun langsung melihat aktivitas petani. Ia ikut melakukan penanaman kopi serta meninjau proses penjemuran kopi Tiom yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lanny Jaya, Enius Wanimbo, SP, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha para petani kopi.

Menurutnya, dukungan pemerintah diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan komoditas kopi secara lebih terarah.

25 Gerobak hingga 20 Rumah Penjemuran

Bantuan yang diserahkan cukup beragam. Pemerintah menyiapkan 25 unit gerobak, 50 gunting stek, 10 unit mesin babat, 50 sepatu boot, 50 kampak, 10 unit alat semprot punggung (hand sprayer), 50 parang, 50 lingkis, serta 20 unit rumah penjemuran.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan bibit anakan kopi yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan masing-masing petani.

Bupati Aletinus mengatakan, saat ini terdapat 20 kelompok pertanian kopi di Lanny Jaya. Untuk tahap awal, pemerintah turun langsung memberikan dukungan kepada dua kelompok tani.

“Kami berkeinginan terus membangun Lanny Jaya dari kampung ke kota, salah satunya dengan mengembangkan pertanian kopi Lanny Jaya yang kualitasnya sudah mendunia,” ujar Enius Wanimbo, SP,

Ia menegaskan pemerintah akan terus memfasilitasi masyarakat agar semakin banyak lahan dikembangkan menjadi kebun kopi. Menurutnya, kopi merupakan investasi jangka panjang yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Karena itu, Bupati mengajak masyarakat, baik generasi muda maupun orang tua, tidak hanya mengembangkan tanaman pangan seperti sayur-mayur, tetapi juga mulai memperluas perkebunan kopi.

Bangun Rumah Penjemuran hingga BUMD Penampung Kopi

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat rantai produksi kopi. Selain menyediakan peralatan pertanian dan rumah penjemuran, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas dukungan tersebut pada tahun mendatang.

Pemkab juga tengah menyiapkan sumber daya manusia agar petani dan generasi muda Lanny Jaya dapat belajar mengenai pengelolaan kopi dari daerah lain yang telah lebih maju.

Di sisi hilir, pemerintah menyiapkan BUMD yang diharapkan dapat menampung hasil produksi kopi masyarakat dan akan menyediakan penggilingan kopi di Tiom.  Pemkab juga berencana menentukan harga serta mendorong tersedianya fasilitas penggilingan kopi di Tiom.

Aletinus menilai kopi Tiom memiliki potensi besar karena ditanam di wilayah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Kondisi geografis tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat cita rasa kopi Tiom memiliki karakter tersendiri.

“Yang penting sekarang bagaimana kita kelola dengan baik dan sumber daya manusianya harus dipersiapkan,” tegasnya.

Petani Minta Pendampingan dan Perluasan Pasar

Sementara itu, salah satu petani kopi Lanny Jaya, Moses Yigibalom, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Ia berharap dukungan terhadap sektor perkebunan kopi dapat terus ditingkatkan.

Petani membutuhkan pendampingan berkelanjutan, peralatan pengolahan, pelatihan bagi anak-anak muda Lanny Jaya, serta akses pemasaran yang lebih luas agar kopi yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi semakin tinggi.

Moses juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. Dengan dukungan teknologi, pendidikan, pelatihan, dan akses pasar, generasi muda diharapkan mampu membawa kopi lokal Lanny Jaya menjadi produk unggulan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Bagi Lanny Jaya, pengembangan kopi bukan sekadar soal meningkatkan produksi. Lebih jauh, kopi dipandang sebagai investasi ekonomi jangka panjang yang dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari kampung hingga kota.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Lanny Jaya Salurkan Bantuan ke Tujuh Gereja, Bupati Aletinus Tegaskan Komitmen Penyelesaian Rumah Ibadah Hingga Rampung

TIOM – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menunjukkan perhatian terhadap pembangunan dan penyelesaian rumah ibadah di…

1 jam ago

Kapolres Puncak Pilih Jalan Kaki di Ilaga, Bangun Kedekatan dengan Warga dan Dengarkan Keluhan Masyarakat Secara Langsung

PUNCAK – Ada yang berbeda dari patroli jajaran Polres Puncak di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak,…

5 jam ago

Kantor Pertanahan Jayawijaya Gelar Turlap di Jalan Jenderal Sudirman, Pastikan Kepastian Hukum dan Cegah Sengketa Pertanahan

WAMENA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya kembali melaksanakan kegiatan rutin Turun Lapangan (Turlap) oleh Panitia…

5 jam ago

Kantor Pertanahan Jayawijaya Turun ke Distrik Tagime, Pastikan Kepastian Hukum Lahan Sekolah Rakyat Demi Masa Depan Pendidikan Anak Papua

JAYAWIJAYA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan…

6 jam ago

Puluhan Personel TNI-Polri Gelar Patroli Dialogis di Kota Mulia, Warga Diajak Berkomunikasi dan Razia Sajam Dilakukan Humanis

PUNCAK JAYA – Puluhan personel gabungan TNI-Polri turun langsung ke tengah masyarakat dalam patroli dialogis…

7 jam ago

Sekda Papua Pegunungan Dorong Kepengurusan Baru Dharma Wanita Segera Lakukan Penataan Organisasi dan Perkuat Pelayanan

Wamena, 6 Oktober 2026 — Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M., mendorong…

7 jam ago