Daerah

25 Anak di Wilayah Konflik Mimika Dapat Harapan Baru Lewat Kegiatan Belajar Polisi

TIMIKA – Kepedulian terhadap masa depan anak-anak di daerah konflik mendorong Polsek Tembagapura mengambil langkah kemanusiaan dengan membuka kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Wilayah tersebut diketahui sudah lama terdampak konflik keamanan sejak tahun 2017 akibat gangguan dari kelompok kriminal bersenjata. Konflik yang berkepanjangan membuat sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan terbakar, hingga aktivitas sekolah perlahan berhenti total.

Bahkan sejak tahun 2024, tidak ada lagi aktivitas pendidikan formal di daerah tersebut. Akibat kondisi itu, banyak anak-anak akhirnya putus sekolah dan kehilangan akses pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Tembagapura, Firman, tergerak untuk menghadirkan pendidikan sederhana bagi anak-anak setempat. Saat ini tercatat sebanyak 25 anak usia 5 hingga 10 tahun mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dipusatkan di aula Polsek Tembagapura.

Untuk mendukung kegiatan itu, Kapolsek menempatkan lima personel polisi sebagai tenaga pengajar. Mereka difokuskan untuk memberikan pelajaran dasar seperti membaca dan menulis kepada anak-anak.

“Sebenarnya aktivitas mengajar ini belum lama kami lakukan di Aula Polsek. Kegiatan ini kami lakukan, karena tidak mau anak-anak di sini semakin tertinggal. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan dan masa depan yang baik,” ungkap Kapolsek Firman kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan, pendidikan yang diberikan memang masih bersifat dasar, namun diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat belajar anak-anak di wilayah konflik tersebut.

“Selain memberikan pelajaran, kami juga menyiapkan perlengkapan alat tulis, seperti buku, pulpen, pensil dan tas. Saat ini kami tengah berupaya agar anak-anak bisa memiliki Sepatu dan baju sekolah. Anak-anak ini kangen mengenakan baju sekolah, kalau ada rejeki kami ingin wujudkan, walau ini kegiatan Pendidikan non formal,” jelasnya.

“Disamping itu juga anggota juga menyediakan makan siang setiap hari bagi anak-anak yang datang belajar. Karena setiap hari mereka harus berjalan kaki sejauh 2 hingga 3 kilometer dari rumah menuju aula Polsek Tembagapura untuk mengikuti kegiatan belajar,” jelasnya.

Meski dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil, semangat anak-anak untuk belajar tetap tinggi. Kehadiran aparat kepolisian sebagai pengajar pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

“Semoga saja pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan di wilayah ini sehingga anak-anak di Banti, Utikini, dan Kimbeli dapat kembali memperoleh pendidikan formal yang layak demi masa depan mereka,” lugasnya.

Sementara itu, Aipda Lebu Tadang mengatakan, kegiatan mengajar tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi anak-anak di Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli yang cukup lama kehilangan akses pendidikan akibat konflik keamanan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini di prakarsai Kapolsek Tembagapura. Beliau bahkan langsung menugaskan kami 5 orang untuk membantu anak-anak disini, untuk memberikan pelajaran dasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan belajar mengajar itu, kata Aipda Lebu, para personel kepolisian memberikan materi membaca, menulis, serta mengenalkan angka kepada anak-anak usia dini. Meski dilakukan dengan fasilitas sederhana, semangat belajar anak-anak dinilai sangat tinggi.

“Anak-anak sangat senang belajar. Itu yang membuat kami ikut semangat untuk terus mengajar. Semoga saja kegiatan ini dapat membantu anak-anak tetap memperoleh pendidikan dasar sambil menunggu adanya perhatian dan dukungan pendidikan formal dari pemerintah,” pungkasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

6 jam ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

6 jam ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

9 jam ago

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

WAMENA – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, semakin parah…

15 jam ago

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

WAMENA – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan…

15 jam ago

Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi…

16 jam ago